SUKABUMI, JPNews - Dampak Covid-19 nyatanya tidak hanya dirasakan oleh pengemudi ojek online yang kebanyakan viral di media sosial saja, tapi juga dirasakan Endi
Setiadi, warga Lembur Pasir, Kota Sukabumi, Jawa Barat merupakan pengrajin bumerang, senjata Suku Aborigin ini terpaksa banting setir menjadi pengrajin ketapel atau
lebih dikenal Slingshot.

"Menekuni kerajinan ini akibat Wabah virus Corona atau Covid-19. Awal-awalnya dikenali oleh teman untuk bermain ketapel, dan serius menggeluti pembuatan ketapel akibat
Covid-19, karena terpaksa untuk tinggal di rumah guna memutus rantai penyebaran. Diam di rumah bukan berarti tidak bisa produktif," bebernya kepada JPNews.

Lanjutnya, akibat pandemi covid-19, bahan untuk membuat bumerang itu susah didapat. Soalnya untuk belanjanya jauh, dan harganya mahal. Sedangkan untuk bahan ketapel
itu mudah didapatkan. "Bahan ketapel menggunakan dari kayu limbah dan cagak-cagak pohon yang mudah didapatkan," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Acun itu dengan telaten membuat ketapel, senjata tradisional yang sering disebut juga dengan pelinteng atau blandring. Jenis ketapel yang
digarapnya beragam, mulai dari model tradisional hingga modern dengan menggunakan bahan kayu, hingga aluminium.

Untuk ketapel model tradisional, bahan bakunya adalah kayu dan karet. Sedangkan ketapel modern bentuknya sudah beragam, mulai dari berbentuk kujang dan lainnya.
Materialnya juga berbahan campuran aluminium.

Setiap ketapel mempunyai ciri khas sendiri-sendiri, biasanya terdapat pada desain, dan nama sesuai pada bentuk model ketapel.

Ketapel hasil produksinya tak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga Mancanegara seperti Malaysia, Portugal, dan Jerman, dengan harga mulai Rp 150 ribu hingga
Rp 1 juta. Rata-rata pemesan pun dari kalangan atlet, komunitas, hingga kolektor. (drw)

Komentar