J&T Express

JPNews - Perusahaan jasa pengiriman J&T Express memaksimalkan distribusi pengiriman melalui moda kereta api di Jawa untuk mempersingkat jalur pengiriman langsung ke titik pedesaan/kota kecil tanpa transit kota besar terlebih dahulu.

Manager Cargo Operations J&T Express Yohanes Lim dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (22/3) mengatakan langkah tersebut merupakan upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan dari segi perencanaan rute (route planning).

"Target kami adalah untuk mengurangi rute-rute transit dan kota-kota kecil dapat kami tempuh dengan rute secara langsung, sehingga kami dapat menawarkan SLA (service level agreement) yang lebih baik lagi kepada konsumen," katanya.

Yohanes mengatakan meski hal tersebut bukan hal baru di bisnis pengiriman jasa ekspres, namun upaya tersebut menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

"Kedepannya kami juga akan membuka area yang belum didukung 'direct line'-nya (jalur langsung), saat ini karena masih banyak yang dialokasikan ke jalur udara dan jalur darat dengan sistem transit. Oleh karena itu, kami optimis setelah area-area tersebut dibuka, maka kecepatan pengiriman di area-area tersebut akan meningkat juga," ungkapnya.

Pengiriman melalui kereta api langsung ke titik pedesaan/kota kecil yang telah diujicoba selama tiga bulan terakhir diklaim memberikan hasil yang baik karena dapat menghemat waktu pengiriman dari kota besar menuju kota kecil.

Misalnya, pengiriman Jakarta ke Cilacap yang umumnya memerlukan waktu dua hari karena transit di hub Semarang, saat ini hanya memerlukan waktu 24-36 jam untuk sampai di tangan pelanggan.

Begitu pula pengiriman Jakarta-Banyuwangi yang biasanya butuh waktu hari hari karena transit di hub Surabaya kini dapat sampai maksimal dalam 48 jam atau dua hari.

Yohanes mengatakan sebagai negara kepulauan dengan infrastruktur yang belum memadai, kondisi Indonesia diakuinya menjadi tantangan bagi perusahaan jasa pengiriman.

Oleh karena itu, pengiriman melalui jalur kereta api untuk memberikan alternatif transportasi yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi jalur distribusi dengan menjangkau daerah pedesaan baik di wilayah utara Jawa dan selatan Jawa menjadi lebih cepat di tengah kondisi infrastruktur yang masih kurang mendukung.

Jalur kereta api dapat menjadi penunjang pendistribusian barang yang tidak dapat dikirimkan melalui jalur udara seperti barang yang termasuk ke dalam kategori barang berbahaya (dangerous goods), motor, binatang hidup serta tanaman.

"Barang yang termasuk ke dalam kategori 'heavy cargo' (kargo besar) ataupun 'oversize cargo' (kargo yang terlalu besar) juga dapat dikirimkan melalui jalur kereta api. (rls/JPN)

Komentar

Ekonomi Lainnya