Kadis Porapar Lambar Ronggur L Tobing saat ditemui di runag keejanya, Jumat (15/11). Foto: Indriyani / JPNews

JPNews - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Ronggur L Tobing benarkan ancaman penggunaan uang gaji kepada 10 karyawan Wisma Sindalapai serta penggunaan uang pribadi untuk menutupi kekurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski demikian, Ronggur berdalih tindakan tersebut sebagai bembinaan dan sarana memberi motivasi kepada ke 10 karyawan Wisma Sindalapai agar berbenah dalam mengelola menegemen wisma milik pemkab tersebut.

"Ya benar ada, tapi ini hanya untuk motifasi adik-adik (karyawan wisma) agar lebih baik lagi dalam bekerja. Kita ini kan sayang dengan mereka. Di closing stetmen saya, juga saya sampaikan mengenai gaji yang belum dibayar, saya telpon bendahara dan sedang proses mudah-mudahan hari Senin. Karna tukin kami saja belum keluar, biasanya kan kerja dulu baru dibatar. Nan ini kita bayar duluan hanya untuk kesejahteraan bersama. Jadi gak ada itu sampai pemotongan uang gaji," kata Ronggur L Tobing saat ditemui JPNews, di ruang kerjanya, Jumat (15/11).

Dikatakan Ronggur, yang membuat dirinya meradang yakni buruknya menegemen. Terutama terkait segi kedisiplinan pegawai. Dan parahnya, hal ini sudah terjadi dari pengelola sebelumnya (sebelum Ronggur menjabat Kadisporapar). Tindakan teguran yang dilakukannya, semata-mata untuk merubah gaya pengelolaan wisma ke arah yang lebih baik lagi.

"Dari tingkat kedisiplinan pegawai saja tidak ada. Saya sering ke wisma untuk mengecek. Terutama beberapa hari terakhir. Karena rumah deket, pagi mau ke pasar saya bilang ke orang rumah untuk mampir dulu melihat kondisi wisma. Tapi apa yang ditemui, karyawan seenaknya sendiri. Puncaknya, beberapa hari lalu, saya minta buku tamu untuk mengecek berapa tamu yang masuk tapi tidak ada," kata Ronggur.

Diinginkan Ronggur, dalam mengelola menegemen wisma harus ada setandar operasi (SOP) kerja. Terutama untuk pegawai wisma yang dinilai saat ini tidak jelas dalam pengelolaannya. Bila memang tidak dapat memenuhi sop silahkan mundur.

"Sekarang ini kan gak jelas. Pengelolaannya bagai mana. Maunya kan ada SOP. Bila perlu kita belikan penjerprin untuk pegawai. Inikan gak jelas selama ini. Ini saya yang ngatur harus ikut aturan saya dong. Bila tidak mampu memenuhi anturan atau terbebani dengan aturan ya silahkan mundur. Harusnya kan begitu," ujarnya lagi.

Dikatakan Ronggur, mengenai target pendapatan asli daerah (PAD) Wisma Sindalapai memang selama ini tidak pernah tepenuhi. Dan itu, menjadi catatan penting di masa kepemimpinannya.

"Itu yang akan kita benahi. Karena selama ini target tidak pernah tercapai. Mereka tidak ada beban. Disini beban PAD itu, dari itu kita akan benahi," ucapnya.

Menurut Ronggur, selama ini yang menjadi masukan besar PAD dari Wisma Sindalapai, yakni dari kegiatan pemda. Terutama kegiatan dari Disporapar. Mulai dari kegiatan Festival Sekala Brak, Muli Mehanai sampai Paskibra yang menggunakan jasa wisma.

"Itu banyak masuk dari kegiatan kita juga. Dari kita ke kita. Kalau tidak, mungkin hanya Rp21 juta PAD-nya," jelasnya.

Kondisi menejemen wisma itu saat ini, lanjut Ronggur membuat kepala UPT Wisma Sindalapai, Untung angkat tangan dan tidak mampu untuk mengurusnya. Dengan dasar tersebut, maka dirinya yang turun langsung menangani Wisma Sindalapai.

"Ya yang sekarang, kepala UPT saja tidak mampu untuk mengurusnya. Karena sudah dari dulu tidak benar dan susah untuk di atur. Makanya saya turun tangan," kata Ronggur yang diamini oleh Kepala UPT Wisma Sindalapai, Untung.

Sementara itu, dari nara sumber yang enggan disebutkan identitasnya, mengatakan, bahwasanya wacana Kepala Disporapar Lambar untuk menggunaan uang gaji karyawan wisama untuk kekurangan PAD telah lama didengar.

"Sebelum briefing, tanggal 14 November kemarin, memang sudah dengan kabar akan adanya penggunaan uang gaji untuk PAD. Kalo gak salah bulan kemarin (Oktober) kepala UPT langsung yang bilang bahwa uang gaji akan digunakan untuk menutupi PAD oleh Kadis. Saran dari kepala UPT untuk mengiyakan saja kata-kata itu," ujar narasumber kepada JPNews.

Dengan adanya hal tersebut, dirinya telah bulat untuk mengundurkan diri dari Wisma Sindalapai.

"Surat pengunduran diri memang belum masuk ke dinas. Tapi sedang dalam proses. Yang pasti saya akan mundur," ucapnya. 

(dri/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya