JPNews - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pesawaran bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (PU - Perkim) Kabupaten Pesawaran melaksanakan sosialisasi terkait pelaksanaan pengukuran dan pendataan bidang tanah dalam rangka perluasan jalan Simpang Tiga Tugu Pengantin - Pampangan, Jumat (15/11).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung tersebut, mewakili Kepala BPN Pesawaran.

Kasi Sarana Prasarana BPN Pesawaran Amirudin mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kegiatan pengukuran ruas jalan yang nanti akan dilaksanakan dalam rangka perluasan ruas jalan Simpang Tiga Tugu Pengantin sampai dengan Pampangan.

"Iya prinsipnya kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar mereka bisa paham dan juga mengetahui proses maupun teknis dalam pengukuran dan juga pendataan yang nanti akan kami lakukan," ujar dia. 

Dia mengatakan tugas BPN Pesawaran hanya sebatas pelaksana teknis kegiatan, dirinya juga berharap masyarakat dapat mendukung terjadinya perluasan ruas jalan yang telah direncanakan sejak 2017 silam.

Sementara itu Kepala Bidang Pertanahan Dinas PU - Perkim Kabupaten Pesawaran, AlKholid mengatakan sampai dengan saat ini rencana perluasan ruas jalan tersebut telah memasuki tahap kedua.

"Ini tahap kedua, sebelumnya tahap pertama 2017 pada awal perencanaan, sampai dengan saat ini kita masuk kedalam tahap yang untuk melakukan pengukuran dan pendataan bidang tanah," ungkap AlKholid. 

"Tahap kedua ini nanti ada sekitar 250 bidang tanah yang akan dibebaskan, setelah sebelumnya juga ditahap pertama ada sekitar 250 bidang tanah," tambahnya. 

Kepada JPNews, AlKholid juga mengatakan agar masyarakat dapat mempersiapkan beberapa berkas yang mesti dilengkapi antara lain, KTP, Kartu Keluarga (KK), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta berkas-berkas pendukung lain dan juga nomor rekening bank. 

"Ya yang pasti berkas-berkas yang diperlukan itu mesti disetorkan secepatnya ke kepala desa di masing-masing desa yang masyarakatnya terkena dampak ya," jelasnya. 

Terkait ganti rugi, AlKholid mengatakan nantinya penentuan besaran ganti rugi tersebut akan ditentukan oleh kelompok independen yang telah ditunjuk untuk panitia perluasan ruas jalan. 

"Nanti ada tim appraisal yang ditunjuk untuk melakukan perhitungan terkait pemberian ganti rugi kepada warga yang terkena dampak perluasan jalan, timnya kita pilih dari kelompok profesional," pungkasnya. 

Sementara itu proses pengukuran sendiri dijadwalkan sudah akan dimulai pada hari Rabu pekan depan. (snd/ram)

Komentar

Lampung Lainnya