Wisma Sidalapai. Foto: Indriyani

JPNews - Delapan dari 10 karyawan Wisma Sindalapai, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengundurkan diri. 

Hal ini, alasannya akibat adanya ancaman yang diduga dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Lambar Ronggur L Tobing yang akan menggunakan gaji mereka untuk menutupi kekurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 penginapan milik pemerintah daerah ini.

Salah satu karyawan Sindalapai yang enggan disebutkan namanya, Kamis (14/11) mengatakan dirinya bersama karyawan lain yang berjumlah tujuh orang memutuskan untuk mengundurkan diri perhari ini, setelah pertemuan dengan Kepala Disporapar Lambar. Karena dalam pertemuan tersebut adanya ancaman pemecatan dan penggunaan uang gaji karyawan untuk menutupi target PAD bila tidak tercapai.

Ancaman itu disebut dilakukan langsung oleh Kepala Disporapar Lambar Ronggur L Tobing kepada 10 karyawan Wisma Sindalapai.

"Ancaman sudah berulang kali dilakukan oleh Pak Ronggur, dari pemecatan sampai hari ini ancaman penggunaan uang gaji untuk menutupi PAD," ucapnya.

Dikatakan, kesulitan wisma dalam mencapai target PAD yakni sepinya pengunjung. Dan kejadian itu, kerap yang disalahkan adalah karyawan.

Meskipun, dari segi kondisi fasilitas wisma sindalapai telah kalah jauh dari penginapan lain yang ada di Liwa. Selain itu, banyak juga pengunjung menginap secara geratis dikarenakan tamu Pemda.

"Ya memang sepi pengunjung, salain itu banyak tamu yang gratis karena tamu pak bupati atau tamu pemda. Dan itu gratis. Tapi yang disalahkan karyawan," ucapnya lagi.

Berbicara fasilitas, lanjut dia, banyak fasilitas wisma yang sampai hari ini tidak ada. Bahkan cenderung menggunakan fasilitas lama. 

"Ya, fasilitas aja kalah jauh dari penginapan lain, ditambah sabun dan sampo sekarang aja gak ada mas. Gemana gak sepi. Ini kembali lagi yang disalahkan karyawan, dibilang kerja gak bener bahkan dituduh menggunakan uang wisma," katanya.

Dikatakannya, dirinya sangat kecewa dengan kebijakan Kepala Disporapar yang akan menggunakan uang gaji karyawan untuk menutupi PAD. Selain itu, kebijakan itu dianggap sangat keterlaluan dan tidak manusiawi.

"Gaji bulan ini saja belum dibayar, kok gaji bulan depan untuk menutupi PAD," kesalnya.

Diceritakan, bahwa sanya target PAD wisma sindalapai tahun 2019 kurang lebih Rp101 juta dan telah terealisasi Rp64 juta per Oktober. Karena angka tersebut belum memenuhi target, maka Kepala Disporapar akan menggunakan uang pribadi sejumlah Rp25 juta dan sisanya dari gaji karyawan bulan Desember guna memenuhi target PAD tersebut.

Sementara itu, Kepala UPT Wiswa Sindalapai dan Hotel Lumbok Seminung, Untung saat dihubungi via telpon enggan berkomentar terkait hal tersebut. "Ya, mengenai itu langsung saja ke kadis (Pak Ronggur)," singkatnya. 

Belum ada pernyataan Ronggur terkait hal itu. JPNews mencoba menghubungi ponselnya, namun tak menerima panggilan.

(dri/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya