Foto. Situasi Siswa saat ikuti simulasi UNBK

 

JPNews - Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti pernah mendengar istilah “simulasi”. Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara rutin melakukan simulasi tempur dengan melibatkan “pihak musuh” dan peralatan tempur yang canggih. Pegawai yang bekerja di gedung bertingkat juga terbiasa mengikuti simulasi kebakaran atau gempa bumi. Kegiatan simulasi sangat penting sebagai bentuk kesiapan ketika menghadapi peristiwa sesungguhnya.

Simulasi Ujian Nasional (UN) pun demikian. Kegiatan ini sangat penting karena memberi kesempatan kepada siswa untuk mengetahui kesiapannya menghadapi UN. Seorang siswa yang pada saat simulasi hasilnya belum memuaskan akan belajar lebih giat lagi agar mendapat nilai UN yang lebih baik. Sementara bagi mereka yang hasil simulasinya sudah baik akan merasa sedikit lebih tenang dan lebih “pede (percaya diri)” untuk menghadapi UN.

Dalam kegiatan simulasi UN, seorang siswa akan mengerjakan soal yang mirip dengan soal ujian nasional sesungguhnya. Mengapa demikian? Karena soal-soal dalam Simulasi UN sudah disusun sesuai dengan Kisi-Kisi Ujian Nasional 2019, model dan jumlah soalnya sama, setiap paket harus dikerjakan dalam waktu sesuai waktu UN, serta soal dikerjakan pada lembar jawaban komputer (LJK) yang mirip dengan lembar jawaban komputer pada ujian nasional. Dengan berlatih mengerjakan soal pada lembar jawaban komputer, siswa dapat terhindar dari kesalahan saat pengisian jawaban yang berakibat pada tidak lulus

Dalam hal itulah SMPN1 Padangratu Lampung Tengah kembali menggelar Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahap Kedua yang sebelumnya diketahui telah dilaksanakan pada tanggal 6-7 November 2019 bulan lalu.

Menurut Kepala Sekolah SMPN1 Padangratu, Siswandi mengatakan, tujuan di adakanya Simulasi tersebut agar murid bisa lebih memahami bagaimana cara mengoprasikan komputer,serta mendownload soal serta menjawab dengan cepat.

Sebab  sambungnya lagi, di era sekarang ini semua sudah dilakukan dengan metode berbasis komputer.

“ Sekarang ini, Masuk dunia kerja sudah menggunakan test Computer Assisted  (CAT), jadi harapanya ketika nantinya, baik siswa maupun siswi yang telah lulus dari SMPN 1 Padangratu, tidak kaget dan lebih berkualitas ” ungkapnya kepada wartawan JPNews di ruang Kepala Sekolah, Kamis, (14/11).

Selain itu, Siswandi yakin dengan pelatihan seperti ini, SMPN1 Padangratu akan lebih unggul dari  sekolah – sekolah lain, khususnya  dibagian barat wilayah Lampung tengah, pungkasnya. (IndraYS/Tp/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya