Foto. Calon Kepala Kampung Desa Timbul Rejo dari Nomer Urut 2

JPNews - Pesta demokrasi pemilihan Kepala Kampung (Kakam) yang akan digelar serentak di Kabupateng Lampung Tengah tinggal menghitung hari.

Para calon kakam tentunya berlomba – lomba sampai detik ini demi meraih simpatik masyarakat, mulai dari memaparkan program – program unggulanya, sampai membagi – bagikan selembaran foto serta visi misinya.

Seperti yang dilakukan calon kakam kampung Timbul Rejo, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah dari nomer urut 2, Apridon.

Dikatanya, dirinya terpanggil mencalonkan diri sebagai kakam atas dasar dari dukungan masyarakat serta tokoh masyarakat yang ada di kampung tersebut.

“ Ya mas, saya terpanggil atas dorongan dari masyarakat serta para tokoh yang rindu dengan kemajuan desa, seperti desa – desa yang ada di kabupaten Lamung Tengah ini ” ujarnya saat ditemui wartawan JPNews, minggu,(2/11).

Selain itu, dukungan dari para tokoh masyarakat desa terus mengalir kepasangan urut nomer 2 tersebut, seperti bapak Salamun,Tukiran, Suparjo dan Sartim, yang mewakili parah tokoh masyarakat.

Ditambahkanya, jika dirinya nanti benar – benar mendapat amanat serta kepercayaan masyarakat, dirinya berjanji akan transparan serta melibatkan seluruh kalangan masyarakat guna mengawal kampung Timbul Rejo lebih baik lagi.

“ jika saya diberi amanat nantinya oleh masyarakat, saya berjanji akan libatkan seluruh element masyarakat, demi kemajuan desa kami tercinta “ pungkasnya.

Bahkan beberapa warga yang tidak ingin disebutkan  namanya mengatakan, masyarakat kini krisis kepercayaan terhadap calon kepala kampung  dan berkeinginan penuh mengganti  stigma pemikiran tersebut dengan sosok calon pemimpin baru yang baru.

“ pokoknya mas, kami bersama masyarakat ingin perubahan, jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan terhadap para calon pemimpin desa” pungkasnya.

Diketahui, pada hari Kamis mendatang, tanggal 7 Novenber 2019 akan digelar serentak pemilihan kepala kampung di Kabupaten Lampung Tengah, yang nantinya masa depan kampung selama 6 tahun, akan ditentukan melalui pemilihan surat suara dari masyarakat. (IndraYS/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya