Nama Putri Amelia menjadi tren di dunia maya. Tangkapan tren di twitter, JPNews

JPNews - Nama Putri Amelia mendadak menjadi trending topik di Twitter. Hingga Minggu (27/10) pukul 02.41 WIB, Putri Amelian mencapai 1.873 cuitan.

Nama Putri Amelia dikaitkan dengan sosok cantik jebolan ajang Putri Pariwisata, Putri Amelia Zahraman, wanita cantik asal Balikpapan, Kalimantan Timur

Yang mengejutkan, Putri Amelia dikaitkan juga dengan PA yang tersandung kasus prostitusi onnline.

Sementara itu, dilansir dari Antara, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap seorang wanita publik figur karena diduga terlibat kasus prostitusi dalam jaringan (daring) yang diamankan dari salah satu hotel di kawasan Kota Batu.

"Iya benar kami telah menangkapnya di Kota Batu pada Jumat (25/10) malam," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela kepada wartawan di Mapolda Jatim Surabaya, Sabtu.

Sesuai kartu identitas, publik figur berinisial PA tersebut lahir di Balikpapan dan saat ini berdomisili di Jakarta.

Terkait kepastian PA yang diinformasikan salah seorang kontes putri kecantikan tahun 2016, pihaknya masih mendalami karena sampai sekarang masih dilakukan pemeriksaan.

"Kemungkinan putri pariwisata, tapi masih kami periksa. Yang pasti bisa dibilang publik figur," ucap perwira menengah tersebut.

Selain PA, kata dia, dalam penggerebekan di salah satu kamar hotel itu juga diamankan pria berinial AF, warga Bekasi, Jawa Barat, sebagai pemakai jasa prostitusi serta seorang mucikari berinisial J.

"Semalam kami juga mengamankan mereka. Satu orang lagi kami periksa sebagai saksi adalah sopir," terangnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ada beberapa barang bukti yang disita dari tempat kejadian perkara kasus tersebut oleh Tim Unit V Subdit III yang dipimpin AKP Aldy Sulaiman.

"Beberapa yang sita dan sebagai barang bukti yaitu alat kontrasepsi, celana dalam, tisu bekas dan pakaian," ujar Barung.

Petugas, lanjut dia, masih melakukan interogasi awal 1x24 jam untuk melengkapi administrasi penyidikan, sekaligus dilakukan pengembangan terhadap mucikari lain pada kasus tersebut.

"Masih dilakukan pemeriksaan dan ada pengembangan kasus," tandas mantan Kapolres Musi Banyuasin Polda Sumatera Selatan tersebut.

(Ant/mst/JPN)

Komentar

Netizen Lainnya