JPNews - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi dan STAI Kharisma Sukabumi bersinergi untuk komitmen menciptakan lingkungan Kampus Bersinar (Bebas Narkoba) di kalangan pelajar sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di lingkungan pendidikan dengan pemberdayaan masyarakat kemandirian penggiat anti narkoba ARTIPENA (Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Narkoba).

Kepala BNNK Sukabumi AKBP Deni Yus Danial mengatakan, dalam menghadapi ancaman narkoba di kalangan pelajar, harus disikapi dengan upaya pencegahan yang maksimal salah satunya dengan mengimplementasikan pemahaman terhadap bahaya narkoba di lingkungan pendidikan.

"Harapannya, dapat memahami bahwa bahaya narkoba menurut Agama itu dapat merusak moral dan juga rusaknya iman, tidak hanya itu bahaya narkoba berdampak pada fisik saja tetapi berdampak buruk juga pada kesehatan dan kelangsungan hidup serta merusak masa depan bangsa," bebernya usai kegiatan Deklarasi Anti Narkoba dan MOU dengan kampus STAI Kharisma Sukabumi, Sabtu (19/10).

Lanjutnya, terbentuknya kesadaran, kepedulian dan peran aktif dalam aksi nyata melawan narkoba adalah tanggungjawab bersama, sehingga para Dosen dan Mahasiswa di kampus STAI Kharisma Sukabumi dapat memiliki daya tolak terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Kami sepakat, bahwa menyelamatkan anak didik dari ancaman narkoba merupakan komitmen bersama,” imbuhnya.

"Upaya penanggulangan narkoba di kalangan pelajar tidak bisa ditawar lagi. fakta saat ini, tren penyalahgunaan narkoba telah bergeser dari pekerja ke kalangan remaja dan pelajar. Proteksi pelajar dari ancaman narkoba merupakan salah satu upaya menjaga bonus demografi agar nantinya menjadi generasi yang produktif," pungkasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya