Pj. Sekkab Pesibar, N. Lingga Kusuma. Foto: Istimewa / JPNews

JPNews - Pj. Sekkab Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, N. Lingga Kusuma, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Jon Edwar, diproyeksikan segera bertolak ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) dan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).

Demikian dikatakan Lingga saat dikonfirmasi, Senin (14/10), bahwa koordinasi tersebut dalam rangka membahas terkait upaya pemasangan tiang dan jaringan listrik menuju wilayah terisolir yakni Wayharu. 

"Dimana saat ini upaya tersebut belum bisa direalisasikan dikarenakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TNBBS dan PLN belum terlaksana hingga berdampak terhadap belum terbitnya izin melintasi jalur patroli sebagai jalur yang akan dipasang tiang dan kabel jaringan," ucap Lingga.

"Tinggal menunggu jawaban dari pihak TWNC, kapan kesempatannya untuk berkoodinasi memungkinkan," imbuh Lingga.

Menurutnya, dampak dari belum tercapainya PKS antara TNBBS dengan PLN, jelas cukup merugikan Pemkab Pesibar yang dikhawatirkan target mewujudkan 2019 100 persen pekon teraliri listrik akan tertunda. 

"Pemkab Pesibar jelas rugi, karena targetnya kemungkinan tidak akan tercapai. Dan yang paling besar kerugiannya ya masyarakat yang ada di empat pekon di Wayharu yakni Pekon Wayharu, Bandardalam, Siringgading, dan Waytiyas," terangnya.

Bagaimana tidak, lanjutnya, selain jalan, listrik adalah hal yang paling diinginkan masyarakat di empat pekon tersebut bahkan sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. "Masyarakat disana sudah menginginkan hal ini terwujud bahkan sejak puluhan tahun silam," ungkap Lingga.

Karenanya, dengan dilaksanakan koordinasi oleh Pemkab Pesibar dengan TNBBS dan TWNC, maka bisa diketahui item apa saja yang menyebabkan belum terbitnya izin melintasi jalur patroli dari TNBBS ke PLN. 

"Karena seharusnya jika 350 tiang listrik yang didatangkan langsung dari Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dan saat ini standby di Talangpadang Tanggamus, pemasangannya langsung direalisasikan kemungkinan sudah selesai dan memasuki pemasangan tahap dua," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Agus Istiqlal, memastikan upaya pemasangan tiang dan kabel jaringan menuju Wayharu akan tetap berlangsung.

"Realisasi pemasangan tiang dan kabel jaringan oleh PLN diharapkan bisa rampung hingga akhir tahun," singkatnya.

Sekadar diketahui, program unggulan Pemkab Pesibar dalam bidang energi sejauh ini mendapat dukungan yang cukup maksimal dari pihak PLN. Seperti halnya pemasangan listrik bawah laut Pulaupisang yang masuk dalam Program Listrik Desa (Lisdes) dimana pembangunannya menelan dana hingga Rp13,5 Milyar dan jumlah KWH yang terpasang hanya 460 lebih unit KWH yang jelas nilai inves yang dikucurkan tidak sebanding dengan pendapatan yang masuk ke PLN. 

Begitu juga pemasangan listrik PLN ke Wayharu yang juga masuk dalam program Lisdes, respon yang diberikan pihak PLN sejauh ini dinilai cukup maksimal, meskipun saat ini mengalami kendala yang cukup menghambat. (ers)

Komentar

Ekonomi Lainnya