JPNews - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat (Jabar) dibuat malu dengan adanya kesalahan penulisan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 pemerintahan Cellica-Jimmy yang diduga mencatut dari RPJMD Kota Tidore Kepulauan. 

Pemerhati pemerintahan, Dona Romdona, sangat menyayangkan hal tersebut. Dirinya pun mensinyalir kalau RPJMD Karawang 2016-2021 adalah hasil salinan dari kabupaten atau kota lain, sehingga diduga hal ini merupakan kejahatan intelektual. 

"Ada istilah copy paste produk hukum dari kabupaten atau kota lain, ini jelas sebuah bentuk kejahatan intelektual,” kata Dona Romdona, Sabtu  (12/10). 

Ia pun menilai kalau hal itu ditengarai karena miskinnya SDM birokrat Kabupaten Karawang, baik dari aspek penyusunaan produk hukum maupun aspek perencanaan pembangunan. 

Mirisnya lagi, kata Dona, produk hukum RPJMD Kabupaten Karawang 2016-2021 sudah disepakati oleh unsur legislatif dan eksekutif dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Karawang.

Dirinya juga memandang kalau persoalan ini adalah bentuk kelalaian semua anggota DPRD, Bappeda dan Bagian Hukum Kabupaten Karawang yang tidakjeli lantaran ada kesalahan penulisan prodak hukum. 

"Kalau Kota Tidore sampai mengetahui persoalan yang memalukan ini, jika mereka menuntut dan membawa ke ranah hukum, malu semua masyarakat kabupaten Karawang," tuturnya. 

Dona menjelaskan,jika produk hukum itu meniru dari kabupaten atau kota lain, maka terkesan menggambarkan bahwa pejabatpejabat Karawang malas dalam berpikir. 

Ia juga meminta supaya Bupati CeIIica Nurrachadiana segera membenahi atau mengevaluasi intansi terkait yang paling bertanggungjawab karena salahnya RPJMD 2016-2021. 

"Bupati Karawang harus segera mengevaluasi Bappeda Kabupaten Karawang dan Bagian Hukum. Dua institusi ini paling bertanggung jawabjika hal ini terbukti plagiat, atau meniru produk hukum dari Kota Tidore," pungkas Dona. (fan/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya