JPNews - Setelah melakukan musyawarah dan menemukan kesepakatan, akhirnya para kiyai dan ulama di Kabupaten Karawang, Jabar, bersepakat akan memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 tanpa menggunakan anggaran APBD Karawang.

Sementara anggaran Rp30 juta dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Karawang yang sebelumnya diplot untuk HSN dikembalikan oleh para kiyai ke kas daerah. 

Pasalnya, anggaran Rp30 juta tersebut dinilai terlalu kecil untuk sebuah penyelenggaraan HSN 2019, yang diinginkan para kiyai harus lebih meriah dari tahun sebelumnya.

Kamis (3/10/2019), para kiyai, ulama dan ustadz kembali mendatangi Rumah Dinas Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy), untuk melakukan persiapan pematangan kegiatan HSN 2019.
Karena diketahui sebelumnya, Wabup Jimmy sendiri masih menjabat sebagai ‘Panglima Santri’ yang didaulat langsung oleh para kiyai untuk menjadi penanggungjawab penyelengaraan HSN 2019 di Karawang.

Dalam diskusi yang terjadi, Wabup Jimmy menyampaikan, puncak kegiatan HSN 2019 di Karawang nanti ditarget akan dihadiri oleh 50 ribu orang yang akan membacakan Surat Yasin secara berjama’ah. Untuk sementara, tempat hari puncak perayaan HSN di 2019 belum ada perubahan, yaitu di Lapangan Galuh Mas Karawang.

Disinggung apakah perayaan HSN 2019 akan memecahkan Rekor MURI juga seperti Festival Goyang Karawang Internasional 2019 yang menghabiskan anggaran Rp.2 miliar APBD, Wabup menyindir, jika Rekor MURI yang akan ada di HSN 2019 nanti yaitu ‘Rekor Muri Dunia Akhirat’ (tidak ada target Rekor MURI seperti Festival Goyang Karawang).

Karena menurut Jimmy, di puncak HSN 2019 nanti bukan hanya akan membacakan Surat Yasin berjama’ah. Melainkan juga membacakan Surat Al-Mulk dan Al-Waqiah secara berjama’ah.
“HSN 2019 bertajuk Mengetuk Pintu Langit. Maka target Rekor MURI-nya adalah Rekor MURI dunia akhirat. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi Kota Karawang,” cetusnya.

Sementara itu, di hadapan para kiyai dan ulama ini, Jimmy juga meminta maaf. Karena selama ia menjabat sebagai Wakil Bupati belum bisa berkontribusi banyak untuk memfasilitasi kegiatan santri di Kota Pangkal Perjuangan.
“Jadi mohon maaf, hampunteun para anjengan para kiyai, saya belum bisa berbuat banyak untuk keberpihakan APBD Kabupaten Karawang untuk santri,” ucapnya.

Jimmy juga menegaskan, jika kegiatan HSN 2019 yang digagasnya bersama para kiyai dan ulama ini tidak menggunakan APBD Karawang.
“Anggaran Goyang Karawang yang mencapai ternyata bukan Rp.2 miliar, tapi keseluruhan total itu sampai Rp.2,9 miliar, dibandingkan dengan anggaran santri yang hanya Rp.30 juta saja. Atas perintah Rois Suriyah, maka uang Rp.30 juta itu tidak kita ambil,” katanya.

Menurutnya, meskipun rangkaian acara HSN ini tidak menggunakan APBD Karawang, Jimmy meyakini kalau santri bisa membuktikan kekompakannya kepada masyarakat di kegiatan HSN 2019.
“Besok kita akan sama-sama untuk menunjukan kepada khalayak umum bahwa santri juga bisa bekerjasama untuk memecahkan rekor muri dunia akhirat,” pungkasnya. (Fan/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya