JPNews - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, memvonis 7 bulan kurungan penjara terhadap oknum Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jafar Rusdiana (50) dalam sidang putusan yang digelar di Palabuhanratu, Rabu (2/10).

Kasus yang menjerat Jafar ini terkait pemalsuan dokumen negara tanah Hak Guna Bangunan (HGB) untuk lahan perusahaan PT Kemilau Rezeki di bidang pertambangan. Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kaupaten Sukabumi. Sebelumnya, tuntunan JPU selama 12 bulan.

"Kami memutuskan, terdakwa dinyatakan bersalah dan divonis tujuh bulan kurungan penjara," tegas Ketua Hakim Majelis, Mateus Sukusno Aji, S.H., M.H, yang beranggotakan persidangan Djoko Wiryono Budhi, S.H dan Agustinus S.H l, Rabu (2/10).

Kuasa hukum terdakwa, Ardy Antoni menegaskan, kliennya itu hanya menjadi korban dalam membantu mengeluarkan sertifikat tersebut diminta oleh perwakilan PT Kemilau Rezeki. Akan tetapi, menerima keputusan majelis hakim tersebut.

"Ya sebenarnya terdakwa ini hanya korban, karena ada yang meminta. Tapi kami menerima keputusan itu, meski statusnya korban," terangnya.

Ditempat yang sama, JPU Kejari Kabupaten Sukabumi, Ferdy Setiawan menanggapi putusan tersebut menyatakan masih ada  pertimbangan lain. "Pikir-pikir lah, sekitar sepekan ke depan," singkatnya.

Sementara itu, Kuasa hukum PT Kemilau Rejeki, Risha Shindiyani Halim, S.H menuturkan dengan putusan bersalah oknum kades itu berarti jelas bahwa dia yang bersalah atas masalah yang timbul.

"Kalau memang kata kuasa hukumnya dia (kades) korban, penyidik yang harusnya mencari aktor intelektualnya," tegasnya. (Lan)

Komentar

Jabar Lainnya