TOP 0 Daerah



JPNews - Tim monitoring Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, langsung mengambil langkah terhadap pembangunan gedung laboratorium SMPN 16 Krui yang diduga menggunakan material pasir laut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sunandar, mendampingi Kepala Disdikbud, Hapzi NS, saat dikonfirmasi, Selasa (1/10), mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya sudah memanggil pihak Kepala SMPN 16 Krui dan pihak konsultan pelaksana. "Beberapa waktu lalu tim monitoring sudah turun kelapangan termasuk investigasi terkait permasalahan yang timbul ke publik, dan kami juga sudah memanggil baik Kepsek maupun konsultan," ungkap Sunandar.

Hasilnya, kata Sunandar, sebelumnya pihak konsultan sudah membuktikan kepada tim monitoring yakni dengan membawa contoh material pasir yang digunakan pasir kali dari Sungai Waymahnai. "Kami juga sudah investigasi dengan pihak yang mengangkut material itu, bahwa benar pasir yang digunakan pasir kali Waymahnai dan bukan pasir laut," lanjutnya.

"Termasuk papan informasi yang sebelumnya tidak ada, saat ini sudah terpasang di lokasi pembangunan," sambungnya.

Masih kata Sunandar, pihaknya hingga saat ini terus berupaya dengan maksimal, untuk memastikan program pembangunan infrastruktur dalam hal peningkatan pada sektor pendidikan. "Pimpinan sudah memerintahkan agar pelaksanaan pembangunan harus menghasilkan hasil yang maksimal dan bermanfaat," pungkasnya. (ers)

Komentar

Daerah Lainnya