JPNews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo bersama dua Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dan Laode M Syarif telah mengembalikan mandat kepada Presiden Jokowi pada Jumat (13/9) lalu.

Pimpinan KPK menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Jokowi. Kendati telah mengembalikan mandat, Agus Rahardjo cs tetap bekerja seperti biasa atau tidak mengundurkan diri.

"Dengan penyerahan mandat pimpinan KPK, Agus Cs berarti sudah kehilangan legitimasi dan harus mundur," papar Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing saat diskusi publik yang diselenggarakan oleh Journalist of Law Jakarta (JLJ) mengusung tema Ada Apa Dengan KPK? Evaluasi Publik Dibawah Kepemimpinan Agus Cs di Gado – Gado Boplo Panglima Polim Jakarta, Rabu (25/9).

Emrus mengatakan penyerahan mandat oleh Agus Cs ke Presiden Jokowi merupakan tindakan ceroboh dan harusnya sudah mundur saja.

“Begitu langsung memberikan mandat. Legitimasi sudah Hilang. Mundur dong,” tutur Emrus.

Menurutnya, jika diibaratkan suami istri sudah cerai minta kawin lagi, masa sudah begitu masih tidak malu juga.

“Agus Cs harus segera mundur, tidak perlu sampai selesai karena sudah tidak memiliki legitimasi lagi dari masyarakat,” ungkapnya.

Disamping itu, pakar komunikasi UPH tersebut juga menyoroti juga tentang wadah KPK yang menolak pimpinan mereka. Seharusnya wadah pegawai KPK tidak boleh berpolitik melainkan bekerja secara profesional. (drw/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya