foto: istimewa for JPNews

JPNews - Penyebab kematian gadis cilik yang masih berumur lima tahun yang ditemukan di Sungai Cimandiri, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terungkap. 

Sebelum jasad korban dibuang ke sungai, korban sempat diperkosa kedua saudara angkatnya, RG (16) dan RD (14) di rumahnya di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (22/9) kemarin.

Aksi bejad tersebut pun diketahui Sri alias Yayu (35) ibu angkat korban, karena Sri mengidap kelainan seks inses, yaitu menyukai hubungan intim sedarah dengan dua anak laki-lakinya, Sri dan RG malah menghabisi nyawa korban lantaran cemburu.

"Hasil dari penyilidikan, Sri ini cemburu, karena ia melihat RG memperkosa korban. Bahakan, ibu dan anak ini sering melakukan hubungan intim sedarah dengan keduan anak kandungnya itu,” jelas Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada wartawan, Selasa (24/9) di Mapolsek Cibadak.

Pembunuhan gadis cilik tersebut pun kata Nasriadi, dilakukan Sri dan RG dengan cara mencekik korban hingga akhirnya meninggal. Bejadnya lagi, usai mencekik bocah malang hingga tewas, Sri dan RG melakukan hubungan intim di depan jasad korban.

"Saat korban sudah nggak sadar, RG kan masih telanjang, Sri dan RG melakukan hubungan badan lagi depan korban," pungkasnya.

Sementara itu, pengakuan Sri sudah tiga tahun diangkat anaknya sejak korban berusia dua tahun yang diserahkan langsung oleh ibu kandungnya yang merupakan masih tetangganya dulu. Disinggung soal hubungan sedarah bersama kedua anaknya itu, ia mengaku lebih satu kali melakukan hubungan yang tak sewajarnya itu.

"Saya sudah tiga kali berhubungan badan dengan RG, dan dua kali dengan RD lantaran terpaksa, suami saya MSH (60) sudah tak kuat lagi," singkatnya. (lan/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya