JPNews - Pembangunan gedung Laboratorioum di SMPN 1 Krui Selatan, yang saat ini menjadi SMPN 16 Krui Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), dipertanyakan.

Pasalnya pekerjaan yang sudah berjalan tersebut tidak ada papan informasi atau papan plang. Selain itu, dugaan menggunakan pasir laut pada pembangunan itu dikhawatirkan tidak menghasilkan kualitas yang maksimal.

Hal tersebut disampaikan salah satu wali murid di Kecamatan Krui Selatan, bahwa adanya pembangunan yang menurut informasi dari siswa akan dibangun ruang laboratorium tersebut diduga tidak adanya ketransparanan dari Kepala Sekolah.

"Pembangunan itu menggunakan pasir laut, dan kejelasannya tidak ada, karena dilokasi pembangunan tidak dipasang papan plang," ujar salah satu sumber.

Dikonfirmasi Kepala SMPN 16 Krui, Yusirman melalui pesan singkat WhatsAppnya, bahwa dirinya sudah mengetahui terkait apa yang akan di konfirmasi, dan pihaknya langsung menyarankan untuk konfirmasi langsung dengan sopir mobil yang mengangkut pasir tersebut.

"Silahkan adinda konfirmasi dengan sopir mobil L300 yang mengangkut pasir itu,  nanti saya kirim nomor telponnya, karena itu merupakan pasir Sungai Mahnai dua mobil untuk campuran saja, selainnya menggunakan pasir Sukau," tulisnya, pada Kamis (19/9).

Terkait tidak adanya papan plang, Yusir mengilah adanya keterlambatan dari pihak konsultan yang bertanggung jawab pada keseluruhan pekerjaan baik di sekolah SD, SMP yang saat ini ada pembangunan.

"Semua sekolah di SD, SMPN 1, SMPN 3, karyapengawa dan Waykrui, semua belum ada papan plang, karena belum diserahkan dari konsultannya. Kalau ada sumber atau masyarakat yang ingin bertanya tekait pembangunan itu silahkan datang ke kantor atau ke rumah, saya siap menerima, terimakasih," tutup Yusir. 

Saat hendak dikonfirmasi dengan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), melalui Kepala Bidang (Kabid)  Sarana dan Prasarana (Sarpras), Satrio Bayu Nugroho, tidak merespon beberapa panggilan masuk ke ponselnya, meskipun sebelumnya sudah disampaikan identitas dan maksud tujuan konfirmasi melalui Short Message Service (SMS). (ers)

Komentar

Edukasi Lainnya