JPNews - Kasus gizi buruk yang diderita balita 4 bulan di Dusun Jatimuka, Desa Payungsari, Kecamatan Pedes adalah "Tamparan" bagi penguasa Karawang.

Begitu yang disebutkan Asep Agustian, MH, pengamat kebijakan pemerintah menanggapi kasus ini.

Menurutnya, Karawang yang dikenal dengan kota lumbung padi bahkan termasuk salah satu kota industri terbesar di Republik ini, tentu sangat disayangkan ternyata masih ada masyarakatnya yang hidup dalam kekurangan. Bahkan sampai menderita gizi buruk.

Ini sangat nyambung dengan aksi demo kawan-kawan pengangguran beberapa hari lalu. 

"Artinya, Karawang butuh pemimpin yang benar-benar berpihak dan memikirkan kepenting rakyatnya. Penuntasan persoalan pengangguran akan menjamin kelayakan hidup. Tentunya juga akan menjamin tidak akan adalagi kasus gizi buruk," ujarnya, Minggu (15/9).

Tak hanya itu, Askun sapaan akrabnya juga mengomentari anggaran di Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang yang tidak sedikit nilainya. Hal ini bukan anggaran kegiatan kunjungan kerja dalam dan luar kota yang dimaksud. Tapi anggaran kegiatan kesehatan masyarakat yang  tujuannya menjamin kesehatan masyarakat. 

Seperti diketahui, lanjut Askun, salah satu anggaran yang digelontorkan untuk Dinkes adalah anggaran kasus HIV/AIDS. Mulai dari sosialisasi sampai dengan pencegahan dan penyembuhan. Bukan hanya sekedar membelikan kondom gratis dan cetak selebaran himbauan saja. Tapi harus terus di follow up untuk mengetahui seberapa maksimalnya program kesehatan di Karawang. Apakah jumlah kasusnya menurun atau malah meningkat.

"Nah, ini sama halnya dengan kasus gizi buruk. Harusnya petugas kesehatan bisa mengatasi kasus ini sebelum terjadi. Bagaimana caranya? Ya dengan cara turun langsung kelapangan untuk mengetahui keadaan masyarakat. Sudah hidup layakkah? Sehatkah?. Kalau belum layak berarti harus segera disikapi agar tidak terjadi kasus seperti ini.

Itulah sebenarnya tugas pengabdian. Bukan kunjungan keluar kota melulu. Karena kalau sudah seperti ini pasti para pejabat itu tidak mau disalahkan," ucapnya. 

(fan)

Komentar

Jabar Lainnya