JPNews - Korban keracunan yang dialami karyawan garmen PT Royal Puspita Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat usai menyantap gudeg nangka di warung nasi samping pabrik pada Selasa (10/09) kemarin, tercatat mencapai 111 orang. 

Pedagang warung nasi tepatnya di Kampung Angkrong, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Oka (45) mengaku kejadian tersebut pertama kali terjadi. Bahkan, ia merasa kaget lantaran sudah hampir 20 tahun berjualan di lokasi tersebut tidak pernah ada kejadian keracunan seperti ini. 

"Jelas kaget ketika mendengar informasi keracunan ini. Karena berjualan disini pun sudah cukup lama dan baru kali ini ada hal seperti ini. Padahal saya masaknya seperti biasa," ujarnya.

Termasuk, Ia pun baru mengetahui banyak karyawan keracunan setelah pihak perusahaan mempertanyakan masakannya. Karena pengakuannya, yang merasakan mual dan pusing ini bukan hanya karyawan yang memakan gudeg nangka saja. Tapi yang makan roti, tempe dan daging ayam pun ikut merasakan hal sama. 

"Ya aneh, padahal saya memasak seperti biasanya. Semoga, semuanya bisa kembali sembuh dan tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan," harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Parungkuda, Kompol Maryono menjelaskan, keracunan yang dialami para karyawan ini terjadi pada saat istirahat makan siang ketika pukul 12.00 WIB, Selasa kemarin. Dugaan sementara memang usai menyantap gudeg nangka dari warung samping pabrik. 

"Korban keracunan sudah ditangani pihak Puskesmas Parungkuda dan Klinik Alta Medika. Dan anggota sudah mengambil sample makanan untuk diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk dicek melalui laboratorium," pungkasnya. (Lan) 

Komentar

Jabar Lainnya