JPNews - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penyerahan sumur bor air tanah  di Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (11/09).

Fungsional Utama Perekayasa, Ir. Edwin A Daranin mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian program pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam yang tersebar diseluruh Indonesia. Diantaraya di wilayah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya. 

"Peresmian ini menandakan bahwa sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2019, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih," ujarnya kepada JPNews, Rabu (11/09).

Kata Edwin, di wilayah Jawa Barat selama 2019 ini telah dibangun empat unit sumur bor yang memiliki spesifikasi teknis kedalaman 125 m, debit antara antara 1,5 hingga 2,5 Liter perdetik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik, menggunakan pompa selam atau submersible 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah panel listrik, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter. Dengan debit air rata-rata 2 liter peretik, setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2880 jiwa.

"Empat unit sumur bor yang telah dibangun itu yakni di Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Desa Gede Pangrango dan Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi," jelasnya.

Sementara itu lanjut Edwin, sampai dengan Agustus 2019, Badan Geologi, Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2335 unit sumur bor tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3 pertahun, yang dapat melayani sebanyak kurang lebih 6,6 juta jiwa yang tersebar di 34 provinsi dan 312 kabupaten. 

"Jumlah tersebut juga terbilang masih perlu tambahan, mengingat masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia. Kementerian ESDM menargetkan sebanyak 650 unit sumur bor yang tersebar di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim P2WKSS Desa Berkah, Andriansyah mengaku sangat terbantu akan realisasi program tersebut. Pasalnya, keluhan kesulitan air bersih ini mulai teratasi khususnya di wilayah sekitar. Dengan adanya program tersebut kini, satu RW 06 Desa Berkah sekitar 400 kk sudah bisa merasakan manfaatnya langsung. 

"Saya ucapkan terimaksih juga kepada Pemda Kabuaten Sukabumi yang telah memfasilitasi terlealisasinya program ini di wilayah kami. Mudahan tahun berikutnya diberikan kembali karena masih bnyak kedusunan desa yang masih kesulitan air bersih," pungkasnya. (Lan) 

Komentar

Jabar Lainnya