JPNews - Satreskrim Polres Pesawaran Polda Lampung segera melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penipuan oleh salah satu oknum LSM yang ada di Kabupaten Pesawaran. Senin, (9/9).

Hal tersebut diungkapkan Kanitresum Polres Pesawaran Ipda David Herlis Mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro. David mengatakan ada beberapa warga Desa Batu Menyan yang mendatangi Mapolres Pesawaran guna melaporkan dugaan penipuan dan juga pencatutan nama penyidik Polres setempat oleh oknum ketua LSM yang ada di kabupaten setempat. 

"Iya benar tadi ada warga datang ke Polres Pesawaran untuk melaporkan salah satu oknum LSM, dan lagi di ambil keterangan oleh penyidik," ungkapnya kepada JPNews, Selasa (10/9).

David menjelaskan saat ini dirinya masih mengumpulkan bukti dan juga keterangan dari saksi-saksi dari masyarakat Desa Batu Menyan.

"Kalau masyarakat merasa dirugikan dengan adanya oknum LSM tersebut dan cukup bukti telah mencatut nama kepolisian maka akan kami tindaklanjuti," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang oknum Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kabupaten Pesawaran diduga telah melakukan penipuan dan juga pencatutan terhadap penyidik Polres setempat. 

Setidaknya itulah yang disampaikan Buyung, salah seorang warga Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Lampung, kepada JPNews.

Buyung menjelaskan dirinya bersama beberapa masyarakat yang ada di desa tersebut merasa ditipu oleh salah satu oknum ketua LSM, ketika dirinya meminta pendampingan untuk melaporkan kepala desa mereka atas dugaan ijazah palsu yang menyangkut kepala desa mereka pada tahun 2018 silam.

"Waktu itu kami pernah minta pendampingan kepada LSM Lipan, dan ketuanya Sumarah pada saat itu setuju untuk mendampingi kami melaporkan dugaan tersebut ke Polres Pesawaran," ujar Buyung. Minggu, (8/9).

"Ya Sumarah awalnya minta uang ke kami sebesar Rp. 25 juta, cuma kami hanya bisa memberikan uang sebesar Rp. 5 juta rupiah saja, karena itu lah batasan kami, Sumarah bilang uang tersebut untuk kepentingan operasional dan juga untuk memberi penyidik Polres Pesawaran,"

"Yang kami sayangkan, dia sempat bawa-bawa penyidik Polres, ya katanya buat memperlancar laporan tapi sampai sekarangpun belum jelas, kami curiga akhirnya cek ke Polres waktu itu, keterangan dari Polres ternyata belum ada laporan terkait Kades Batu Menyan, hanya surat tembusan saja," tutupnya.

Sementara itu, Sumarah sendiri menyangkal telah meminta sejumlah uang kepada masyarakat yang ada di Desa Batu Menyan. Dirinya mengaku tidak pernah meminta dan menerima uang seperti yang dituduhkan kepadanya. (snd/ran)

Komentar

Lampung Lainnya