istimewa

JPNews - Ulah sebagian oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kabupaten Pesawaran, Lampung, disebut cukup membuat berang sebagian masyarakat. 

Pasalnya, terdapat kabar pencatutan nama penyidik Polres setempat untuk meminta sejumlah uang. 

Hal tersebut diungkapkan Buyung, salah satu masyarakat Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Kejadian tersebut bermula ketika adanya dugaan penggunaan Ijazah palsu oleh Kepala Desa setempat. Buyung bersama masyarakat sempat meminta bantuan kepada salah satu LSM untuk melaporkan dugaan ijazah palsu tersebut ke penyidik Polres Pesawaran.

"Awalnya saya melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh kepala Desa Batu Menyan dengan didampingi oknum dari LSM Lipan," ungkap Buyung, Minggu, (8/9).

"Sampailah pada suatu ketika Sumarah (oknum) ketua Lipan, minta uang ke kami, dalihnya agar lancar prosesnya, dia (oknum LSM) meminta dana Rp25 juta untuk operasional berikut dana buat penyidik Polres Pesawaran," tambahnya. 

Buyung menambah dirinya bersama masyarakat sekitar sempat merasa keberatan dengan jumlah nominal yang dimint. Dirinya lantas hanya menyanggupi untuk memberikan uang sebesar Rp5 juta. 

"Kita gak sanggup waktu itu, kami cuma sanggup kasih Rp5 juta, dan itulah yang kami kasih," jelasnya.

Ditambahkan, dirinya bersama warga mulai curiga karena setelah penyerahan uang, oknum LSM tersebut tidak ada kabar beritanya.

"Yang kami sayangkan, dia sempat bawa-bawa penyidik Polres, ya katanya buat memperlancar laporan tapi sampai sekarangpun belum jelas, kami curiga akhirnya cek ke Polres waktu itu, keterangan dari Polres ternyata belum ada laporan terkait Kades Batu Menyan, hanya surat tembusan saja," tutupnya.

Buyung juga mengaku memiliki bukti-bukti penyerahan uang dari warga ke oknum ketua LSM tersebut di salah satu rumah makan di Kecamatan Teluk Pandan.

Sementara itu oknum Ketua LSM, Sumarah, saat dikonfirmasi menampik adanya permintaan uang.

"Kayaknya enggak deh, gak ada biaya operasional memang gak ada," ujarnya singkat. 

(snd/ram)

Komentar

Lampung Lainnya