Ilustrasi. Foto: dok Jasamarga

JPNews - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan, dua ruas jalan utama di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, belum jelas status pengelolaan dan kewenangannya (nonstatus).

Kepala Bappeda setempat Eka Sanatha, di Karawang, Senin (19/3), mengatakan, dua ruas jalan itu adalah akses tol Karawang Timur sepanjang lebih kurang 1,5 kilometer serta akses tol Karawang Barat yang kini bernama Jalan Tarumanegara sepanjang lebih kurang 10 kilometer.

"Dua jalan yang mengarah ke gerbang tol Jakarta-Cikampek itu tidak diakui pihak Jasamarga maupun pemerintah pusat. Jadi bisa dikatakan, jalan itu nonstatus," katanya.

Ia mengatakan, atas dasar tidak ada yang bertanggung atas kondisi jalan tersebut, maka Pemkab Karawang kesulitan saat akan memperbaiki dua ruas jalan tersebut. Padahal, volume kendaraan yang melintasi dua jalan itu cukup tinggi.

Untuk menghindari terjadinya kepadataan arus kendaraan di Jalan Tarumanegara, akhirnya Pemkab Karawang memperlebar jalan tersebut dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp35 miliar dari APBD Karawang pada 2017.

"Pada tahun ini, program pelebaran jalan akan dilanjutkan," ungkapnya.

Untuk penataan akses tol Karawang Timur, Eka mengaku pihaknya belum bisa melakukan perbaikan atau pelebaran, karena anggarannya belum disiapkan. Jikapun terjadi kerusakan pada akses Karawang Timur, perbaikannya hanya bersipat insidentil.

Menurut dia, berdasarkan hasil komunikasi Bupati Cellica Nurrachadiana dengan Dirjen Pekerjaan Umum beberapa waktu lalu, jalan tersebut baru akan diambil alih menjadi jalan nasional pada tahun 2020. (ant/JPN)

Komentar

Jabar Lainnya