JPNews - Kendati adanya aturan yang membenarkan pengadaan barang dan jasa kapal senilai kurang lebih 1 miliar pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karawang, Jawa Barat melalui tender cepat dibolehkan, namun diduga janggal karena ketidakjelasan alasan dari pejabat dinas tersebut.

Baca juga: Terkait Dugaan Penggelapan Dana, DKP Bongkar Data Retribusi TPI Ciparage

Diketahui, Pokja pengadaan kapal itu memutuskan tender cepat karena alasan waktu pelaksanaan yang tidak memungkinkan.

"Anggaranya bersumber dari DAK. Dari BPKAD meminta agar DAK segera digelar agar bisa terserap, DAK harus sudah jadi SPK dalam kurun waktu yang sudah ditentukan," ungkap Kasubag Pembinaan Barang dan Jasa Setda Karawang Rahmat Sugandi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (23/8).

Baca juga: Kabun Tangkis Tuduhan Penggelapan Uang TPI, Begini Penjelasannya

Menurutnya, dalam Perpres nomor 16 tahun 2018 sturktur tender cepat itu diatas tender. Jadi kalau pekerjaan yang dapat dilakukan dengan tender cepat sebaiknya dilakukan dengan tender cepat.

"Kami mengambil keputusan harus tender cepat karena alasan waktu, mengenai kenapa baru digelar sekarang tanyakan saja kepada dinasnya kenapa baru masuk ke kami," ujarnya.

Sementara itu, PPTK pengadaan kapal pada DKP Karawang, Durahim, saat dikonfirmasi via telpon mengatakan sebaiknya wawancara dikantornya.

"Saya baru sampai, nanti sajalah, ini sudah malam. Nanti saya kasih tau semua," ucapnya.

Diketahui, dimenangkannya tender pengadaan kapal di DKP Kabupaten Karawang oleh CV Jatimulya, kontraktor asal Banjarmasin dengan cara penunjukan langsung melalui mekanisme tender cepat. (fan)

Komentar

Jabar Lainnya