Jembatan Cileuleuy penghubung Desa Sukatani - Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, kembali diperbaiki, Sabtu (17/8).

JPNews - Baru saja dua bulan kemarin selesai dibangun, kondisi Jembatan Cileuleuy penghubung Desa Sukatani - Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali rusak, Sabtu (17/8).

Akibatnya, tak sedikit warga serta pengguna jalan menilai pihak pemborong pengerjaan  pembangunan yang dipercayakan terhadap CV Arya Utama tersebut diduga asal-asalan. Ironisnya lagi, anggaran yang digelontorkan Pemerintah Daerah (Pemda) Sukabumi melalui Badan Penanggualangan Bencana Daerah (BPBD) untuk pembangunan jembatan sementara itu memakan dana yang tak sedikit. 

Bahkan, berbagai komentar miring di Media Sosial (Medsos) terkait pengerjaan pembangunan tersebut pun kian memanas. 

"Ya, atas laporan warga serta pemantauan langsung ke lapangan memang beberapa kayu jembatan mulai rusak kembali. Yang paling dikekhwatirkan sudah mulai ramai di Medsos seperti di facebook," ujar salah satu tokoh masyarakat, Apep Suhendi alias Kang Pecong kepada JPNews, Sabtu (17/8).

Ia menilai, meskipun pengerjaan jembatan ini masuk kategori sementara, akan tetapi dalam realisasi programnya perlu dikerjakan semaksimal mungkin. Jangan sampai, beberapa bulan pengerjaan kembali rusak. 

"Ya sangat disayangkan lah. Dan setelah melakukan koordinasi langsung terhadap pihak pelaksana pekerjaan, keluhan tersebut direspon baik dan saat ini tengah dilakukan perbaikan," kata Kang Pecong. 

Sementara itu, Pelaksana CV Arya Utama, Hadiono mengaku, pengerjaan tersebut dilakukan sesuai spek.  Hanya saja, dikarenakan jembatan sementara, seharusnya ada batasan volume berat kendaraan yang melintas. Ia mengaku, tidak sedikit kendaraan yang melebihi tonase kerap melintas jembatan ini. 

"Kami langsung perbaiki. Ada tiga buah kayu retak, dan kami langsung ganti. Juga, kapasitas jembatan sementara hanya 6,5 ton, ternyata kebanyakan yang melintas lebih dari tonase. Diantaranya, mobil pengangkut sawit dirata-ratakan 12 ton dan ternak ayam kisaran 8 ton. Kami meminta pemerintah, memasang plang kendaraan yang melebihi bobot jangan sampai lewat," pungkasnya. (Lan)

Komentar

Jabar Lainnya