TOP 0 Dunia



JPNews - Hujan lebat disertai angin dan petir melanda perkemahan jamaah haji di Mina, Arab Saudi. Termasuk perkemahan jamaah haji Indonesia.

TKHD/TKHI Provinsi Lampung Hi. Rozy Alfian mengabarkan dari Mina, bahwa hujan turun, Selasa (13/8) sejak pukul 15.45 Waktu Arab Saudi sampai dengan pukul 17.00.

”Pada hari kedua di Mina ini, hujannya turun deras sekali yang disertai angin dan juga suara petir. Karena hujan bertepatan dengan adzan Ashar di Mina dan para jamaah haji sedang antre di toilet dan tempat wudhu terpaksa menggunakan payung, bahkan sebagian jamaah lainnya hujan-hujanan,” ujar dia.

Berbeda halnya dengan jamaah haji yang sedang jalan kaki melontar jumroh. Mereka bahkan bersyukur dengan adanya hujan dikarenakan cuaca di jalan menjadi sejuk.

“Ini berkah dari Allah. Hujan adalah berkah karena dengan hujan ini cuaca yang panas dan debu di sepanjang jalan menjadi hilang” ujar seorang jamaah.
di Mina, jamaah mendapatkan hujan meski tak begitu lama.  Hal ini justru membantu para jamaah haji sehingga dapat mengurangi keluhan sakit akibat panas dan debu seperti batuk, pilek dan sakit kepala.

Sebagaimana penuturan dr. Hendra, TKHI asal Lampung Tengah. Bahwa meskipun jumlah kunjungan berobat meningkat, akan tetapi bukan karena hujan. Sebab, kondisi jamaah memang sedang pada posisi puncak lelah karena perpindahan ke-3 lokasi, Mina-Arafah-Muzdalifah-Mina (jamaah Tarwiyah).

Selain itu, kata dia, faktor kelelahan juga menjadi perhatian. Di mana saat di Mina, jamaah akan berjalan kaki sekitar 6-14 kilometer, mulai dari tenda ke Jamarat dan kembali lagi ke tendanya.

“Dari tenda ke Jamarat dan kembali lagi. Itu dilakukan setiap hari ketika di Mina, dan tentu melelahkan,” jelas dia.

Ia mengimbau bagi jamaah lansia sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melontar. Aktivitas melontar jumroh bisa diwakilkan oleh teman, keluarga atau petugas kloternya, karena bukan merupakan rukun haji.

Ditemui di sela-sela mengobati pasien, dr. Hendra mengatakan bahwa jmaah berobat bertambah dan bahkan sampai ada 3 yang di infus di Kloter 50. Menurutnya, hal itu masih dalam batas wajar, bahkan termasuk bagus.

“Jamaah haji kloter 50 mayoritas Lansia. Jumlah yang berobat ini lebih sedikit dari perkiraan dan persiapan kami TKHI, mungkin karena cuaca yang membaik dengan adanya hujan di dua hari ini,” pungkas dr. Hendra. (roz/JPN)

Komentar

Dunia Lainnya