Anggota Polri yang ditanggalkan baju dinasnya. (JPN/ist)

JPNews - Dua oknum anggota Pilri yang bertugas di Polres Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Diberhentikan tidak dengan hormat.

Keduanya, yakni Brigadir DAB dan Brigadir RPS.

Korps baju coklat itu usai gelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) di halaman Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Senin (12/8) sekira pukul 10.00 WIB.

Brigadir Deri Andreas Brahmana, yang sebelumnya bertugas sebagai Brigadir Pembinaan Polres Tanah Karo, Melanggar pasal 12 ayat 1 huruf a PPRI tentang pemberhentian anggota Polri. Sesuai kep Kapoldasu no: kep/742/VI/2019/ Tmt diberhentikan tanggal 31 juli 2019. 

Brigadir Rus Piccal Sihombing yang bertugas sebagai Brigadir Sattahti Polres Tanah Karo. Melanggar pasal 12 ayat 1 huruf a PPRI tentang pemberhentian anggota Polri. Sesuai kep Kapoldasu no: kep/741/VI/2019/ tmt diberhentikan tanggal 31 juli 2019. Pemberhentian ini pun sesuai dengan dengan Undang Undang no 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Ipacara tersebut, hanya dihadiri Deri Andreas. Sementara Rus Piccal hanya simbolis, foto.

Deri Andreas, terlihat lemas saat Wakapolres mencopot baju dinas dan pangkat, kemudian mengganti bajunya dengan baju kemeja sipil biasa. 

Dengan sikap tegas, namun matanya pun berkaca-kaca saat baju dinasnya dilepas dan berjalan menuju barisan. Walaupun hanya simbolis foto, anggota yang tidak hadir juga telah diberhentikan dari anggota kepolisian.

Diketahui kalau keduanya diberhentikan dari anggota Polri akibat penyalahgunaan narkoba.

Deri Andreas, saat ini masih tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Kabanjahe, yang ditangkap karena kepemilikan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu. 

Dalam sambutannya, Wakapolres Tanah Karo, Kompol Hasian Pangabean, menyampaikan kalau pemberhentian ini merupakan bentuk ketegasan dari Polri kepada anggotanya yang melanggar peraturan atau sanksi untuk kode etik pemberhentian dan pencopotan jabatan.

"Ini adalah bukti dari ketransparanan Polri dalam menindak tegas anggota yang terlibat tindak pidana, dan kami tidak main-main menindak anggota yang melanggar aturan dan hukum," jelas Hasian.

(rek/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya