Foto. Suasana Rapat diruang Sekda Karawang


JPNews - Memasuki pekan ke-4 sejak terjadinya peristiwa pencemaran lingkungan oleh Pertamina atas tumpahan minyak kotor, Masyarakat pesisir pantai Cemara Jaya, Sedari, Kecamatan Cibuaya, hingga Pakis Jaya Kabupaten Jawa Barat terus merasa dihantui ketakutan.

Betapa tidak, pencemaran atas tumpahan minyak milik Pertamina tersebut sangat merusak dan berdampak negatif bagi ekosistem disepanjang bibir pantai, dan bukan tidak mungkin bisa meluas sampai tengah pantai.

Terkait masalah tersebut, pada hari ini diruang Sekda Karawang digelar rapat kerja dengan Tim koordinasi Pertamina. Pertemuan tersebut guna membahas penanganan masalah pencemaran lingkungan pantai, Senin (12/8).

Ironisnya, ketika para awak media akan coba masuki ruangan rapat, dua wanita staf protokoler pemda setempat spontan menyebut, jika wartawan tidak diizinkan masuk oleh wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsari.

"Bapak melarang wartawan masuk, ujar dia kepada awak media".


Sementara, usai rapat berlangsung,  Sekda Karawang Acep Jamhuri berujar jika peristiwa pencemaran laut oleh anjungan lepas pantai YYA 1 block ONWJ miliknya pertamina itu lebih merupakan sebuah musibah , dan  pemda setempat menurut Acep tidak akan menuntut balik ganti kerugian.


"Pertamina itu milik negara dan pihaknya bertanggungjawab dalam soal ini,  besaran kompensasi penggantian kerugian terhadap terganggunya kepentingan masyarakat akan dilakukan Pertamina berdasar penghitungan apresial," urai Acep Jamhuri.

Senada pernyataan Acep Jamhuri, Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamakhsari dalam keterangannya kepada wartawan. "Jika dalam kepentingan ini tidak akan ada yang dirugikan," ujarnya.


"Semua akan diganti dan tidak akan ada yang dirugikan," janji Jimmy Ahmad Zamakhsari.

Seraya mengarahkan agar media menanyakan lebih jauh terkait persoalan kepada Sekda selaku ketua tim ditunjuk guna penangangan pencemaran lingkungan pesisir pantai oleh limbah pertamina.
( tom/JPN ) 

Komentar

Jabar Lainnya