JPNews - Produk sambal uleg K-Ucan hasil kreatif rumahan dari pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sukabumi, Jawa Barat tembus pasar ke Negeri Kanada dan Makkah, Arab Saudi. Dari Modal Rp 50 ribu, kini mencapai omzet puluhan juta perbulan. Berikut, laporan lengkapnya. 

Memutuskan lebih melirik dunia usaha ketimbang menjadi karyawan suatu perusahaan, menjadi alasan kuat bagi Susan, yang sudah hampir tiga tahun menekuni dunia UKM produk sambal uleg kemasan 'K-Ucan' ini. 

Luka liku perjalanan bisnisnya pun tak jarang ia temui lantaran minimnya permodalan dan daya saing yang ketat. Karena, membuat sebuah usaha terus berkembang bukanlah perkara mudah. Ada bermacam-macam cara yang harus dilakukan untuk bisa mengembangkan usaha sesuai dengan yang diharapkan. Hal yang terpenting dalam melakukan usaha tersebut menurutnya hanya dengan didasari kesabaran, serta memusatkan tenaga dan pikiran untuk terus berusaha mengembangkan usahanya. Semakin keras dan cerdas dalam berusaha, akan semakin baik dan cepat pula hasilnya. 

Demi mewujudkan impian tersebut di tahun 2016, Susan wanita kelahiran 02 April 1980 itu bertekad memulai kesuksesan finansial yang bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri melalui produk sambal uleg kemasan. Dari modal awal hanya Rp 50 ribu dengan dibantu karyawan satu orang, Ia memulai pasarkan produknya melalui jejaring Media Sosial (Medsos). 

Tahun demi tahun, omzet dan pesanan hasil usahanya itu kian bertambah. Saat ini, sudah ada sembilan karyawan yang direkrut dari kaum ibu-ibu disekitar rumahnya di Perumahan Puri Cibeureum II Jalan Casablanca, Kota Sukabumi. Kini, bisnisnya tersebut sudah mencapai omzet puluhan juta per bulan. 

Sambal uleg K-ucan yang diproduksi itu kian laris di pasaran, baik minimarket maupun supermarket. Bahkan, dengan ketekunan di medsos dan memanfaatkan pasar elektronik commerance atau bisnis online, produk sambal uleg dalam kemasan botol yang praktis dibawa kemanapun ini sudah memiliki 11 varian rasa.

"Sekarang sambal K-Ucan sudah rutin dijual ke Kanada per bulan dengan pesanan rasa sambal honje. Sementara, ke Makkah biasanya pesan sambal rasa mangga. Dan omzet perbulan pun sudah dikisaran puluhan juta per bulan," ujar Susan, pembuat sambal uleg ini kepada JPNews, Jumat (9/8).  

Adapun varian dari sambal K-ucan ini sudah memiliki 11 rasa pilihan, yaitu cumi, honje, jengkol, petai, nanas, tomat, bawang, strawbery, mangga, terasi dan teri. Masing-masing kemasannya 150 gram dan 220 gram.

"Awal pertama pun saya bingung soal pangsa pasarnya, dan setelah mencoba di bisnis online. Kini, produknya tersebut kian tersebar jauh keluar kota bahkan ke luar negeri," jelas wanita lulusan Manajemen Informatika di STMIk Jabar itu. 

Di tengah keinginannya, Susan terus berupaya menghasilkan produk yang berkualitas. Beberapa tahun dia menekumi usaha ini akhirnya bekerja sama dengan investor dari Bandung, dan ada perubahan pada nama produknya menjadi 'Karuhun Ucan' pemasaran pun semakin meluas ke berbagai kota besar di Indonesia. 

Sebuah logo Agro Inovasi pun tertera pada kemasan produknya dan berada di bawah binaan Menteri Pertanian. Selain menjadi pengusaha, Susan pun menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Sukabumi dan kerap memberi motivasi kepada pelaku usaha kecil menengah di berbagai kota. 

"Sambal K-ucan sendiri diinisiasi saya dan Nurasyfa Aggarawati Agustina, sejak 2017 lalu. Karena sebelumnya, sambal ini bernama Sambal Ucan, setelah bergabung dengan CV Karuhun menjadi Sambal K-Ucan. Juga, berkat support dan dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Sukabumi yang begitu luar biasa," imbuhnya. (Lan)

Komentar

Netizen Lainnya