JPNews - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat gempa di Pandeglang, Banten bertambah menjadi empat orang.

Dua di Kabupaten Lebak-Banten atas nama Rasinah (48) karena serangan jantung dan Salam (95) karena kelelahan ketika dievakuasi.

Semantara dua lainya warga Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat yaitu Haji Anjay (58) di Kecamatan Cisolok dan Ruyani (35) di Kecanatan Waliuran.

"Korban luka-luka ada di Kabupaten Sukabumi sebanyak satu orang dan tiga orang di Kabupaten Pandeglang,” sebut Plh Kapusdatin BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Sabtu (3/8).

Untuk kerugian materil sendiri total rumah rusak berjumlah 223 unit dengan rincian 13 rusak berat (RB), 32 rusak sedang (RS) dan sisanya rusak ringan (RR).

Kerusakan rumah di Provinsi Jawa Barat berjumlah 13 unit RB, 30 RS, 62 RR. Kerusakan tersebut tersebar kabupaten/kota berikut ini, Kota Bogor (1 unit RR), Kabupaten Cianjur (6 RB, 2 RS, 13 RR), Kabupaten Sukabumi (6 RB, 22 RS, 43 RR), Kabupaten Bandung (2 RS), Kabupaten Bandung Barat (1 RB, 1 RS, 4 RR) dan Kabupaten Garut (3 RS, 1 RR).

Sedangkan kerusakan di Provinsi Banten, rumah rusak dengan kategori berbeda tersebar di Kabupaten Lebak (4 RB, 29 RR), Kabupaten Pandeglang (81 RR), Kabupaten Serang (1 RS, 3 RR) dan Kota Cilegon (3 RR). Total kerusakan rumah di provinsi ini yaitu 2 RS dan 116 RR.

Sementara itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti tempat ibadah, kantor dan fasilitas pendidikan. Kerusakan di Kabupaten Pandeglang mencakup 1 masjid RR dan 1 kantor desa RR, Kabupaten Cilegon 1 masjid RR, Kabupaten Sukabumi 1 masjid RR, 1 majelis Ta’lim dan 1 pondok pesantren RR. Kerusakan fasilitas lain terdapat di Serang yaitu 1 pondok pesantren RR, dan 1 bangunan tempat penggilingan padai RR. 

(drw/JPN)

Komentar

News Indepth Lainnya