Nizwar Ghazali

GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR LAMPUNG ARINAL DJUNAIDI – CHUSNUNIA CHALIM (NUNIK) SANGAT KOMITMEN MENGAMANAHKAN DIRI AGAR TERWUJUD RAKYAT LAMPUNG BERJAYA.

Gerak cepat memenuhi kondisi masyarakat aman, berbudaya, maju, berdaya saing, dan sejahtera, sesuai enam visi dan misi Lampung Berjaya melalui 33 janji kerja, sungguh luar biasa.

Pekan lalu, catatan mengingat janji kerja Arinal-Nunik pada Bidang Kesehatan. Pekan ini, berlanjut pada Infrastruktur. 

Ada empat janji kerja Arinal-Nunik, yaitu; 

1. Perbaikan infrastruktur Lampung;

2. Menuntaskan sengketa tanah Way Dadi;

3. Percepatan perbaikan infrastruktur jalan dan pemeliharaannya; 

4. Penyediaan listrik bagi desa-desa yang belum terjangkau. 

Untuk diketahui, pemerintah daerah sangat berkomitmen mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadi tolok ukur bagi kesuksesan pembangunan. 

Namun, harus dipahami bahwa pertumbuhan ekonomi berkorelasi dengan infratruktur. Begitu juga sebaliknya. Infrastruktur baik akan berdampak pada transaksional ekonomi di masyarakat. 

Dan ternyata, Gubernur Arinal dan Wagub Nunik sangat memahami korelasi itu. Tak mesti harus mematok waktu 100 hari kerja. Keduanya, mempersilahkan menunggu, melihat, dan waktu jua yang menjawab pembangunan dari hilir ke hulu.

Konsepnya begitu sederhana. Karena Lampung kaya akan potensi pertanian, perkebunan dan hutan, maka titik konsentrasi pembangunan infrastruktur ada pada tiga sektor itu.  

Sudah pasti sasarannya adalah infrastruktur jalan untuk mempermudah akses angkut hasil bumi dan komoditi prioritas Lampung. Sebagai jaminan infrastruktur yang akan dibangun membawa dampak lebih, Gubernur Arinal lebih dulu mencari pangsa pasar. Yakni ibukota Negara, DKI Jakarta. 

Gubernur Arinal di awal kerjanya langsung menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pertemuan itu memastikan Lampung akan menjadi penyuplai utama kebutuhan pangan di ibukota. 

Lalu, diinisiasi pula pembangunan industri pengolahan pangan prioritas. Industri ini akan ada di titik sentral antara Kabupaten Lampung Utara, Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Mesuji. Langkah ini agar hasil produksi pertanian dan perkebunan memiliki nilai tambah. 

Selain itu, akan dibangun Terminal Pangan di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Sebelum dibawa ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, terlebih dahulu semua hasil pertanian dan perkebunan dari Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu, termasuk Lampung, transit di terminal itu. Agar bernilai lebih, nantinya melalui proses sortir dan packaging. 

Belum lagi, gubernur akan mengembalikan kejayaan hasil perkebunan Lampung. Yakni, kopi robusta, lada, singkong, dan damar. 

Ketersediaan sarana dan prasarana menjadi mutlak, yang juga diimbangi dengan kampanye dan pemberian pengetahuan kepada petani Lampung agar hasil produksi berkualitas. Ini pula sedang diupayakan dengan penambahan petugas penyuluh lapangan (PPL). 

Khusus bagi daerah terisolir, telah diupayakan agar masyarakat di daerah itu menikmati penerangan listrik. Untuk upaya ini, Gubernur Arinal telah menjalin komunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. 

Selain itu, komunikasi intensif dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan telah dieksekusi dengan pertemuan lanjutan pada Jumat, 2 Agustus 2019. Disepakati Lampung akan dibangun Pembangkit Tenaga Listrik Sampah (PTLSa). Groundbreaking mega proyek ini dimulai pada pertengahan Oktober mendatang. 

Inisiasi PTLSa diakui Kemenko Kemaritiman datang dari Gubernur Arinal. Brilian bukan. Dan karena itu pula langsung dieksekusi sebagai lokasi pembangunan PTLSa pertama di Indonesia. 

Keberadaan sumber energi terbarukan ini juga memberikan dampak tata kelola lingkungan yang lebih baik bagi Lampung. Ekosistem laut terjaga, kualitas perikanan laut Lampung semakin baik, pola hidup sehat masyarakat terjamin, dan dapat menikmati pula energi. 

Terakhir, persoalan lahan Way Dadi di Kota Bandar Lampung. Masih ditimbang-timbanh, mana yang terbaik. Jual beli kah, hibah, atau tukar menukar.

Pembahasan aset Pemerintah Provinsi Lampung itu memang harus sangat-sangat memperhatikan beragam aspek. Akan ada multiekses jika tidak dengan pendekatan humanistik. Namun, bukan Gubernur Arinal kalau tidak punya langkah brilian untuk mengatasinya. Kita tunggu saja!

(nizwar, general manager medsoslamoung.co dan jp-news.id)

Komentar

News Indepth Lainnya