TOP 0 News Indepth

Kondisi rumah Fatchan

PENGUMUMAN PENERIMAAN MAHASISWA/I BARU OLEH UNIVERSITAS LAMPUNG MEMBAWA SECERCAH HARAPAN BAGI SEPTIANA EKANDARI. ANAK PENAMBAL BAN ITU DITERIMA PADA JURUSAN TEKNIK KIMIA. APA YANG INGIN DIA BUKTIKAN?

SABTU, 28 Juli 2019, akan menjadi cerita terindah bagi Septiana Ekandari. Putri sulung pasangan Fatchan dan Marliah itu menangis haru karena namanya ada dideretan yang lolos ujian penerimaan. Dia langsung sujud syukur kepada sang Ilahi, Allah SWT. 

Kenapa? Ternyata, sebelumnya lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesawaran tersebut telah berupaya mendaftar pada sejumlah perguruan tinggi dan universitas lainnya di tanah air. Sebut saja mulai Institut Teknologi Nasional, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Islam Negeri Walisongo,Universitas Brawijaya, hingga Sekolah Tinggi Administrasi Negara. 

Namun, Allah berkehendak agar ia tidak jauh dari keluarga bahagianya. Ia akhirnya mendaftar di Universitas Islam Negeri Radin Inten Lampung, Universitas, Politeknik Negeri Lampung, dan Universitas Lampung.

"Belum rezeki saja. Tapi saya bersyukur sekali diterima di Unila," ucap Eka, sapaan akrabnya.

Kata Eka, cita-citanya sangat sederhana. Hanya ingin membahagiakan kedua orang tua dan dua adik-adiknya. Ia tak ingin ada air mata di sekeliling orang-orang tersayangnya itu. 

Dan disaat ia menerima kabar kelulusannya, Eka tepat berada di samping sang ibunda yang terbaring lemah di rumah sakit.

"Saat ini mamah menunggu kepastian operasi kanker kista. Sampai sekarang belum ada kabar dari dokter, kapan operasinya," tutur gadis kelahiran Pringsewu pas 12 September 2001 silam itu.  

Eka merendah, prestasinya di selama menjadi siswi MAN 1 Pesawaran biasa-biasa saja. Padahal, ia kerap kali mengikuti Olimpiade Sains mewakili sekolahnya. Di kelas, ia juga dikenal sebagai anak berprestasi yang supel sekali bergaul dengan teman-temannya.

"Rasanya itu kayak semua jerih payahnya itu diganti dengan yang lebih baik gitu," ujar Eka.

Dia menambahkan, selalu nangis kalau lihat semua perjuangan bapak sama mamah, untuk memberikan pendidikan terbaik baginya. Karena itu, ia ingin sekali membalas Budi kepada kedua orang tua. 

"Saya belum bisa jadi anak yang banggain orang tua. Karena itu, saya nggak akan menyia-nyiakan kesempatan ini (kuliah di Unila). Saya sujud syukur nggak tau harus bilang apa selain alhamdulillah," ucap Eka lagi.

Eka berjanji pada diri, bahwa ia akan menuntaskan sekolah adik-adiknya. "Saya selalu berpikir tentang masa depan, dan adik-adik. Saya hanya ingin membahagiakan mereka semua," pungkas dia. 
(nizwar)

Komentar

News Indepth Lainnya