JPNews - Kasus dugaan konten video porno yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Sukajaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Elfizar, terus bergulir.

Praktisi Hukum Pembina Utama Advokat Bela Rakyat Hermawan menyesalkan atas tindakan tak terpuji Kades Elfizar. 

Karena menurut dia, perbuatanya termasuk dalam kategori pelanggaran hukum.

"Tentunya kuat dugaan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE karena konten yang telah diunggah dalam Whattsap story dapat diduga itu masuk dalam pelanggaran. Jika masyarakat atau perorangan merasa terganggu dan melaporkan hal tersebut," ungkap dia kepada JP-News.id, Kamis (25/7) via telepon seluler.

Artinya, sambung Hermawan, apa yang dilakukan Kades Sukajaya merupakan perilaku menyimpang dan melanggar etika sebagai seorang pemimpin.

"Walau memang tidak ada aturan tegas soal larangan kapasitasnya sebagai kepala desa, tindakan tersebut tentu melanggar etika apalagi sebagai tokoh panutan masyarakat," kata dia.

"Selayaknya seorang Kepala Desa memberikan contoh baik kepada masyarakat, bukan sebaliknya," timpal Ketua Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI), Provinsi Lampung ini.

Karenanya, dia meminta Pemerintah Kabupaten Pesawaran menindak tegas perilaku menyimpang tersebut.

"Untuk itu kami meminta kepada instansi terkait dan bahkan kepala daerah setempat mengambil tindakan tegas atas perilaku memalukan ini," tandasnya.

Diketahui, Kepala Desa Sukajaya sekaligus Ketua APDESI Kecamatan Way Khilau, Elfizar membuat publik tercengang karena mengunggah video porno di status What's app nya, Senin (22/7) malam.

Saat dikonfirmasi Elfizar tidak menampik hal tersebut dan beralasan hp error sehingga konten tersebut sampai ter-upload.

"Makanya saya minta maaf, status itu bukan disengaja, karena hp saya error, maklum sudah tua," jelasnya.

(snd/ran/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya