ist

JPNews - Dua Kepala Desa di Kabupaten Pesawaran dikabarkan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda Lampung Selatan, Jumat (19/7).

Mereka adalah Kepala Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan, AY, dan Kepala Desa Tanjung Rejo Kecamatan Way Khilau, Sug.

Keduanya dilaporkan Paguyuban Reformasi Aktif Masyarakat Umum Keluarga Tani Indonesia (Pramukti) dan masyarakat Desa Cilimus secara bersamaan atas tuduhan penyelewengan Dana Desa Tahun Anggaran 2018 yang diduga menyebabkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah. 

Laporan itu diterima petugas PTSP Kejari Lamsel Windy Antiasi.

Menurut Ketua Pramukti, 10 itam yang pihaknya laporkan.

"Ada 10 Item yang kami laporkan, dan seluruhnya terkait penyalahgunaan dana desa di Tanjung Rejo" ujar Maryadi Ketua Pramukti, usai melaporkan dugaan penyimpangan DD Tanjung Rejo, di Kejaksaan Kalianda, Jumat (19/7).

Maryadi menekankan agar Kejaksaan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kepada pihak penegak hukum dalam hal ini kepala Kejaksaan Negeri untuk segera menindaklanjuti laporan kami, sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujarnya

Sementara itu, salah satu warga Desa Cilimus yang melaporkan kepala desa mereka sendiri mengungkapkan bahwa penyimpangan yang terjadi di desa mereka saat ini dinilai sudah benar-benar kritis. 

Dana Desa senilai Rp1,5 Miliar yang diberikan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan desa Cilimus hampir tidak direalisasikan sepenuhnya bahkan banyak dugaan
desa tidak melaksanakan kegiatan alias fiktif.

"Seluruh Item yang kita laporkan hanya beberapanya saja, kurang lebih ada 19 Item yang kita laporkan, ini yang terlihat, kalau telusuri  saya yakin banyak lagi yang akan terungkap," ungkap pelapor. 

Dari total 10 item tersebut, menurut dia bahkan kerugian negara diduga lebih dari Rp250 juta.

"Karena memang rata-rata tidak sampai setengah dari nilai anggaran yang dilaksanakan, belum lagi ditambah dugaan fiktifnya," jelasnya

Ia berharap Kejaksaan Negeri Kalianda dapat segera turun memeriksa dan menegakan hukum di desa tersebut, sehingga dana yang diharapkan pemerintah untuk pembangunan desa dapat benar benar mensejahterakan kehidupan di desa

"Desa Cilimus ini desa yang masuk di salah satu desa tertinggal di Provinsi Lampung, kalau terus dibiarkan saya khawatir selamanya desa Cilimus tetap akan tertinggal," pungkasnya.

Hingga berita ini dirilis belum ada tanggapan resmi pihak kedua terlapor.

Tim JPNews telah beberapa kali mencoba menghubungi yang bersangkutan namun belum mendapatkan jawaban terkait pelaporan tersebut. (snd/ran)

Komentar

Desa Lainnya