Wagub Nunik saat meninjau Register 45 Mesuji, Kamis (18/7). ist

JPNews - Bentrok di Kawasan Register 45 Sungai Buaya wilayah Kabupaten Mesuji, Lampung sepertinya belum dapat diredam oleh pemerintah.

Ketua DPC Pospera Kabupaten Mesuji, Lampung Eko Haryanto yang mewakili berbagai Ikatan Organisasi  dari Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA), Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Forum Muda Mudi Mesuji (FM3), Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) dan Pekat - IB  Kabupaten Mesuji, kepada JPNews, Kamis (18/7), konfik di wilayah itu bukan kali pertama.

Berikut catatannya:

27 Oktober 2012: Bentrok di Mesuji melibatkan warga pribumi dan pendatang. Akibat bentrokan tersebut, 14 warga tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Sejumlah rumah juga hangus terbakar.

19 Januari 2013: Seorang warga Mesuji Mat Tutul (45 tahun) tewas akibat konflik sengketa lahan. Akibatnya, sejumlah warga mengamuk dan membakar gubuk-gubuk pendatang di Mesuji.

12 Juni 2013: Rumah warga salah satu perambah Register 45 dibakar kelompok warga berjumlah sekitar 100 orang dari permukiman Karya Jaya I di kawasan Register 45.

3 September 2013: Enam orang ditangkap polisi akibat memblokade jalan dan membuat rusuh di Lintas Timur Sumatra di Kabupaten Mesuji.

Terakhir, Rabu (17/7) kembali terjadi pergesekan di lahan Register 45 tersebut hingga kembali untuk kesekian kalinya merenggut korban nyawa.

"Tragisnya peristiwa yang terjadi di Register 45 Kabupaten Mesuji bukanlah yang pertama terjadi, melainkan  yang kesekian kalinya.

Pemicu disinyalir disebabkan oleh sengketa perebutan lahan Register 45, yang satu sama lain saling mengklaim kepemilikan lahan tersebut.

Peran pemerintah pusat cukup vital, tak berlarut - larut membiarkan lahan tersebut dirambah.

"Sehingga menjadi perebutan dengan beranganggapan tanah tak bertuan," ujarnya.

(fan/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya