DPD GML Kota Metro saat investigasi di sejumlah proyek, Kamis (18/7). ist

JPNews - Ternyata, kualitas pengerjaan sejumlah proyek fisik di Kota Metro, Lampung disinyalir buruk.

Terbukti, tak membutuhkan waktu lama, dua hari saja, delapan proyek 2018 diduga dikerjakan asal-asalan.

Parahnya, ditemukan ada proyek mangkrak, tak rampung hingga Kamis (18/7).

Itu berdasarkan investigasi yang dilakukan DPD GML Kota Metro, Rabu-Kamis (17-18/7).

Di antara proyek-proyek yang dikerjakan asal-asalan, yakni proyek lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur irigasi pada Jalan Jenderal Sudirman Metro Barat. Proyek yang baru selesai itu, ternyata ditemukan puluhan titik lampu yang sudah tidak menyala. 

Bahkan, 8 titik di antaranya bola lampu pecah. Tak hanya itu, jalan setapak paving block di sepanjang jalur tersebut, tampak retak-retak pada sejumlah titik.

Kemudian, proyek lain yakni proyek redemix atau pelebaran bahu jalan pada ruas Jalan Letjend Amir Mahmud Ganjaragung Metro Barat, selain sudah retak-retak pada sejumlah titik, ketebalan cor bervariasi hanya sekitar 5 Cm, 10 Cm, hingga 12 Cm. Juga, lebar cor-coran bervariasi mulai dari 40 Cm hingga 60 Cm.

Tak kalah buruknya, yakni proyek Flying Fox di Kelurahan Sumbersari Metro Selatan yang mangkrak alias tak rampung. Besi-besi pada menara terlihat sudah berkarat.

Lalu, proyek pembangunan gedung Posyandu di Kelurahan Yosorejo Metro Timur, juga tidak rampung. Bangunan hanya selesai pada pemasangan dinding dari bata dan pemasangan atap berbahan rangka baja.

Atas sejumlah temuan itu, DPD GML Kota Metro melalui ketuanya, Slamet Riadi, mendesak untuk segera mensikapi hasil pekerjaan fisik yang menjadi temuan tim investigasi. "Apapun bentuknya, proyek itu didanai oleh uang rakyat. Walikota Metro harus segera mensikapinya," kata Slamet Riadi.

Namun, jika tidak ada upaya dari pemkot, pihaknya akan meneruskan temuan tersebut ke aparat penegak hukum, karena jelas diduga kuat ada unsur merugikan keuangan negara. "Kami tidak segan untuk meneruskan ke aparat penegak hukum. Bahkan, bila perlu kami akan melakukan aksi unjuk rasa," tandasnya.

Dikonfirmasi, Sekretaris Kota (Sekkot) Metro Ir A Nasir AT mengaku masih berada di luar kota. Praktis, pihaknya belum dapat memberikan tanggapan detail. 

"Saya masih di luar kota, tunggu saya di Metro ya," kata Nasir AT melalui sambungan telepon seluler.

(wie/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya