Foto. Jajaran Anggota Polsek Tenun Bersama Pelaku Dedi

JPNews - Dalam Operasi Sikat Krakatau 2019 ini sedikitnya telah  4 tersangka  berhasil diamankan Polsek Terusan Nunyai (Tenun) Kabupaten Lampung Tengah.

 Kali ini  Dedi Saida bin Saida (30) warga Gunung Batin Udik Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah.

 

Tersangka Dedi ditangkap berdasarkan laporan  korban  Yoga Saputra (19) warga Jalan Kasad Desa Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai. Pelaku ditangkap saat berada dipintu Exit Tol Kampung Gunung Batin Udik Kabupaten Lampung Tengah.

 

Diceritakan kronilogisnya, Pada saat itu  tanggal 04 Maret 2019 sekitar pukul 20.00 WIB dirinya sedang mengendarai sepeda motor dijalan udara Kampung Bandar Agung, tiba – tiba dirinya dihadang dua laki-laki menggunakan sepeda motor jenis bebek warna hitam, lalu salah satu pelaku mengatakan bahwa korban telah memukuli adik pelaku kemudian korban ditodong dengan menggunakan senjata tajam jenis badik sambil mengambil handpone korban kemudian membonceng korban dan dibawa ke jalan 45 kampung Bandar Agung lalu setelah sampai di kebun sawit korban didorong pelaku hingga jatuh dan kendaraan dibawa kabur.

 

“ Waktu itu saya lagi naik motor ke jalan kasad, kemudian dihadang dua orang alesanya saya mukulin adiknya, yang satu orang itu nodongin pisau kearah saya, terus hp saya diambil saya dibawa ke jalan 45 Bandar Agung, samping kebun sawit saya didorong sampai jatuh, abis itu motor saya dibawa kabur” tegasnya.

 

Kapolsek Tenun IPTU Edi Suhendra membenarkan terkait adanya penangkapan tersebut. Lelaki berparas tampan tersebut menjelaskan bahwa tersangka diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/ 81-B/III/2019/LPG/RES LT/SEK TENUN Tanggal 05 Maret 2019.

 

“ Ya benar kami telah mengamankan satu pelaku DPO bernama Dedi Saida, dia kami amankan setelah sebelumnya rekanya berinisial MB (20) terlebih dahulu kami amankan” pungkasnya.

Dari tangan tersangka kami berhasil amankan 1 unit R2 dan 1 Kaos berkerah.

 

Edi Suhendra juga menjelaskan, akan terus memberantas semua pelaku tindak kejahatan dan tidak akan memberi ruang bagi mereka untuk dapat berkeliaran diwilayah hukum Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah.

“ Pokoknya saya bersama anggota Reskrim Tenun akan terus bersinergi memburup para pelaku kejahatan, terutama yang sudah ada LPnya dipolsek. Apalagi ini lagi Operasi Sikat, pelaku pencurian maupun pembegalan jadi sorotan utama dalam operasi ini “ tutupnya.

 

Sementara diruang berbeda, Kanit Reskrim AIPDA Omri Buha (Manulang) menjelaskan akan menjerat pelaku dengan Undang – Undang Hukum Pidana Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

“ Ya, pelaku sendiri kami jerat dengan pasal  365 KUHP tentang Pencurian Kekerasan, maksimal hukuman 9 tahun penjara” tutupnya. 

(JP/tom)


Komentar

Lampung Lainnya