JPNew -Proyek Renovasi Pertokoan Jalan Jenderal Sudirman Kota Metro, Lampung, disinyalir bakal menambah panjang deret proyek fisik bermasalah di Bumi sai Wawai.

Betapa tidak, belum usai pemeriksaan perkara dugaan korupsi pada Proyek Renovasi Pasar Cendrawasih, di Kejaksaan Negeri Metro, kini Pemkot setempat, berencana merenovasi Pertokoan Jenderal Sudirman dengan pola pengelolaan pihak ketiga. Rencana itu, diawali dengan pembongkaran unit ruko yang berada di jalur protokol Kota Metro tersebut.

Namun, rencana Pemkot Metro tersebut, menuai protes dari berbagai kalangan, karena eks lahan Pertokoan Sudirman diketahui  melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB), sebagaimana  diatur dalam Undang-undang nomor 28 Tahun 2002, tentang Bangunan Gedung. 

Atas kondisi tersebut, DPRD Kota Metro mengambil sikap, dengan memanggil satker terkait pada hearing tentang rencana peremajaan dan GSB Pertokoan Jenderal Sudirman, melalui surat bernomor 170/331/DPRD/2019, yang ditandatangani Ketua DPRD Anna Morinda. 

"Benar, Dewan akan menggelar hearing untuk membahas persoalan Pertokoan Sudirman bersama satker terkait," kata Anna Morinda.

Sebelumnya, Walikota Metro A Pairin, pada Rapat Paripurna pembahasan Raperda pekan lalu menyebutkan, 

pembangunan Pertokoan Jenderal Sudirman sudah memperhatikan pertimbangan konsultan publik. (wie)

Komentar

Lampung Lainnya