Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

JPNews - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim) memang kayak inovasi. Tahun ini, daerah yang dipimpin Abdullah Azwar Anas itu menyuguhkan empat inovasi.

Mulai dari, Banyuwangi Festival, Banyuwangi Mall, Calon Harapan Insan Penghuni Surga - Prioritas Melayani dan Solusi Nasib Keluarga Miskin (CHIPs, PRIMADONA KAMI), dan Memuliakan Lansia Miskin Terlantar Sebatangkara (Rantang Kasih).

Azwar Anas menjelaskan bahwa Banyuwangi Festival yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) hadir untuk mengubah citra negatif Banyuwangi menjadi kota festival.

"Banyuwangi festival menjadi alat untuk konsolidasi budaya, kondolidasi perilaku, konsolidasi infrastruktur, dan konsolidasi ekonomi," ujar dia di Jakarta.

Azwar Anas melanjutkan Banyuwangi Mall mendorong Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) lokal melalui pengembangan pemasaran produk secara online. Jenis produk yang dihasilkan mulai dari batik, fesyen, kerajinan tangan, makanan olahan, aksesori, souvenir, dan furnitur. 

Sedangkan inovasi CHIPs, PRIMADONA KAMI merupakan inovasi yang digagas oleh Puskesmas Sempu dengan memberikan pelayanan kepada keluarga miskin yang selama ini banyak mengalami hambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan karena keadaan geografis. 

CHIPs berbagi peran dengan dokter sebagai pelayan dan driver pencari informasi warga miskin yang sakit, sehingga bila ada laporan, mereka akan mendatangi ke rumah warga tersebut.

Inovasi terakhir yang dipresentasikan adalah Rantang Kasih berupa bantuan makanan bergizi bagi lansia miskin terlantar sebatangkara setiap hari. 

Banyuwangi telah membangun aplikasi jalin kasih berbasis geospasial yang berisi titik-titik lokasi penerima rantang kasih. Sekurang-kurangnya ada 109 penyedia Rantang Kasih menyebar diseluruh Banyuwangi. 

Dengan adanya layanan ini, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat semakin terjalin erat, meningkatkan rasa empati/kepedulian terhadap masyarakat.

Azrul Anas menjelaskan bahwa inovasi dari Banyuwangi tidak hanya mendukung kemajuan daerah namun juga diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan sosial.

“Harapan kami disamping soal kemajuan ada soal-soal sosial yang harus tertangani sebagai bentuk hadirnya negara karena kurang optimal jika daerah maju, pendapatan tinggi tapi soal sosial tidak tertangani,” tutup dia. 

(drw/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya