Persib Bandung

JPNews - 14 Maret 2018 adalah hari bersejarah bagi sepak bola Jawa Barat. 85 tahun lalu, lahir sebuah tim sepak bola yang kini besar dan menjadi salah satu tim profesional di Indonesia, bahkan diakui oleh AFC. Persib Bandung, klub sepak bola yang merupakan fusi dari dua kelompok sepak bola Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) serta National Voetball Bond (NVB) lahir tepat tanggal 14 Maret 1933.

Dua komunitas tersebut muncul setelah komunitas sepak bola yang lahir pada masa sebelumnya tenggelam. Ialah Bandoeng Inlandsche Voetball Bond (BIVB) pada tahun 1923. Kelompok ini adalah cikal bakal Persib Bandung, yang juga turut memotori lahirnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI. Kehadiran Persib pada era penjajahan sering dianggap remeh oleh kelompok sepak bola kaum kolonial, Voetball Bond Bandoeng & Omstreken (VBBO). Hal ini tak lain karena VBBO diisi para meneer, sementara Persib diisi pribumi dan hanya berlatih di pinggiran kota Bandung.

Namun sayang seiring berjalannya waktu masyarakat lebih mencintai Persib saat itu. Persib seperti simbol perlawanan penjajah dalam dunia olahraga. Bahkan tim yang bernaung di bawah VBBO pun bergabung bersama Persib. Bahkan ketika penjajah Jepang masuk ke Indonesia dan sempat memvakumkan kegiatan sepak bola di Bandung, Persib tidak mati begitu saja.

Buktinya, setelah revolusi terjadi, Persib kembali muncul dan semakin melebarkan sayapnya di beberapa daerah di Jawa Barat. Dari saat itu, Persib memulai petualangannya sebagai sebuah tim dalam sejarah sepak bola Indonesia. Pada era perserikatan, lima kali Persib menggondol titel juara. Kemudian pada era liga Indonesia, Persib menjadi Juara pada edisi perdana dan musim 2014 lalu.

Di kancah Asia, Persib bisa membawa Indonesia berbicara pada ajang Liga Champion Asia. Tahun 1995, setelah menjadi kampiun liga Indonesia edisi perdana, Persib menembus perempat final Liga Champion Asia. Satu prestasi yang hanya beberapa klub modern Indonesia saja yang mampu menyamai, salah satunya Persipura yang mengalahkan rekor tersebut dengan menjadi semifinalis di tahun 2014.

Berkali-kali penulis selalu menuangkan ide dalam tulisan, berbicara Persib Bukanlah berbicara Bandung. Bahkan Persib lebih besar dari Jawa Barat itu sendiri. Persib lebih dari sekedar tim sepak bola, atau tim profesional yang bisa mendatangkan keuntungan finansial. Persib adalah sejarah panjang, Persib merupakan bagian dari perjuangan kemerdekaan, dan akan selalu tertulis seperti itu dalam buku sejarah sepak bola tanah air.

Bersama Persib, paling tidak di era modern yang dirasakan penulis, masyarakat Jawa Barat bisa menyatu. Perbedaan demografis tidak bisa menghalangi siapa pun untuk menyatu bersama Persib. Bahkan jika ada tiga orang politisi yang masing-masing mereka adalah lawan politik, akan berkumpul menjadi satu jika menonton atau membicarakan Persib Bandung.

Begitu pun dengan semua politisi yang memasuki wilayah Jawa Barat untuk mencari simpati, mereka akan mendadak Bobotoh demi tujuan mereka. Itulah Persib Bandung, bukan sekedar tim sepak bola dengan ratusan juta pendukungnya. Tapi perjalan sejarah yang tak bisa ditawar dengan apa pun. Maka dari itu, semua elemen yang mencintai Persib Bandung, baik yang bersentuhan langsung dengan tim ataupun tidak, harus menyadari kebesaran tim ini.

Tim yang besar bukan karena akar finansial yang kuat, tapi akar sejarah yang terus menjalar. Kokoh menghujam ke dalam bumi, sementara pohon dan tangkainya terus tumbuh menembus langit dan memecah udara di atas tanah. Selamanya Persib akan seperti ini, karena Persib adalah identitas!

Oleh Imam Maula Fikri, Bobotoh dan penikmat sepak bola Tanah Air

Komentar

Liifestyle Lainnya