JPNews - Meski hanya satu inovasi yang disuguhkan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019.

Kabupaten yang dipimpin Bupati Magelang Zaenal Arifin tampil memukau lewat inovasi Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat (PASESO) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Zainal menuturkan bahwa PASESO/Sister Village adalah inovasi yang merupakan _icon_ dari Kabupaten Magelang terkait dengan penanganan pengungsi letusan Gunung Merapi. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kelembagaan melalui persaudaraan dengan membentuk desa bersaudara untuk pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. 

'Konsep inovasi adalah memperbesar skala pengungsian dari rumah ke rumah menjadi desa ke desa," ujar dia di Jakarta.

Dalam praktiknya, sambung Zainal, ada desa penyangga, yaitu desa yang akan ditempatkan sebagai desa penampung dari desa yang tertimpa bencana yaitu dengan cara seperti melamar pengantin. 

Lamaran desa tersebut dapat diterima, ditolak atau sudah diterima namun gagal menjadi pasangan pengantin desa.

Menurut dia, PASESO/Sister Village mampu menjawab manajemen buruk dari pengelolaan bencana selama ini. Sistem ini mampu menciptakan “perasaan nyaman di zona aman”.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ada 2 hal yang terpenuhi, yaitu _Technical engineering_ dan _Social engineering_. 

Sebelumnya jika mengungsi terjadi kesemrawutan dan ketidak pastian tempat mengungsi. 

"Adanya Paseso yang dikuatkan dengan MOU kedua belah pihak selayaknya pengantin dengan buku nikahnya," tukas dia.

(drw/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya