Bupati Yazid Mahfudz (Tengah)

JPNews - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Jawa Tengah mengenalkan dua inovasi terbaiknya pada KIPP 2019.

Untuk Inovasi pertama diberi nama Stop Kematian Angka Kematian Ibu dan Anak melalui peran serta Pedagang Keliling (SAKINA PELING).

Terobosan baru itu diciptakan UPTD Puskesmas Buluspesantren II Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kebumen. 

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz menjelaskan bahwa inovasi Sakina Peling merupakan usaha preventif dan promotif dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak dengan cara memperluas jejaring, melibatkan peran serta masyarakat dalam hal ini melalui pedagang keliling.

Karena menurutnya, pedagang keliling sangat berperan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Informasi serta pengetahuan tersebut akan lebih cepat sampai kepada masyarakat luas, terlebih lagi hal itu dilakukan secara intens setiap harinya.

Jalinan kerjasama dilakukan sejak bulan Januari tahun 2018 dengan merekrut pedagang keliling yang berjualan di wilayah kerja Puskesmas. 

“Mereka diberikan pembekalan yang akan selalu di_refresh_ serta dievaluasi setiap 3 bulan sekali melalui pertemuan GURU PELING (Guyup Rukun Pedagang Keliling,” katanya di Jakarta.

Selanjutnya inovasi Taman Proklim Lebah Klanceng (TAMPLEK) milik Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup.

Yazid mengatakan bahwa Taman Proklim Lebah Klanceng (TAMPLEK) adalah taman tetumbuhan diselingi budidaya lebah Klanceng yang didesain untuk meningkatkan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta memiliki peran penting dalam melindungi dan melestarikan lingkungan hidup, meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan, serta melaksanakan pemberdayaan dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Taman Proklim Lebah Klanceng merupakan perpaduan antara Taman Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem dan Program Kampung Iklim sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan penumbuhkembangan kearifan lokal masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup.

“Selain itu juga untuk mengambil manfaat ekonomi dari potensi sumber daya lokal karena lebah Klanceng banyak dijumpai di wilayah pesisir dan pegunungan Kabupaten Kebumen,” tukas dia.

(drw/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya