JPNews - Hari keenam tahap presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019, diisi oleh para inovator dari wilayah Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta kabupaten dan kota dibawahnya mempresentasikan sembilan inovasi di seluruh sesi.

Presentasi dibuka oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan membawa tiga inovasi.  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan inovasi pertama yaitu APEM ASI, yang merupakan sebuah aplikasi berbasis online yang memberikan informasi secara terbuka kepada pemakai kepentingan dalam manajemen operasi irigasi Daerah Irigasi Serayu.

Sasaran utama dalam pengembangan inovasi ini adalah untuk mensejahterakan petani/pemakai air irigasi di daerah irigasi serayu agar dapat menerapkan fase sesuai masa tanam serta untuk meningkatkan produktifitas hasil panen dalam menyongsong ketahanan pangan nasional.

APEM ASI yang diterapkan di Daerah Irigasi Serayu adalah media yang membantu dalam memanajemen Operasi Irigasi dalam pelayanan kepada pengguna air irigasi di Daerah irigasi Serayu yang mayoritas adalah petani. sehingga terdapat transparasi pembagian air irigasi dan informasi fase tanam yang dibutuhkan oleh petugas dilapangan dan pengguna air irigasi.

Inovasi kedua milik Pemprov Jawa Tengah adalah Teyeng ndeLeng (dapat melihat) Antrian Pendaftaran lan (dan) polikliniK (TeLe ApiK) milik RSUD Prof Dr Margono Soekarjo. Ganjar mengatakan bahwa sistem ini mengkoneksikan waktu selesainya pelayanan dokter spesialis per pasien yang terekam dalam rekam medik elektronik dengan urutan antrian berikutnya.

Menurut dia, inovasi tersebut mampu memaksa dokter datang tepat waktu pada pukul 08.00, artinya inovasi ini mampu membangun Komitmen kedisiplinan dokter spesialis berdampak pada kepastian waktu tunggu pemeriksaan dan mengurangi penumpukan pasien.

Sistem dapat diakses dengan mudah baik oleh manajemen RS maupun pasien pengguna layanan sehingga dapat melakukan penilaian kinerja dokter spesialis terkait dengan kedisiplinan dan cakupan pelayanan pasien berbasis system menjadi obyektif dan berkesinambungan, menjamin transparansi/keadilan.

Pada inovasi ketiga, Ganjar memaparkan terobosan yang diberi judul Pelayanan Penjemputan Pasien Ngamuk (PAYJEM PAS NGAMUK) merupakan terobosan dari RSJD Surakarta untuk melakukan penjemputan pada Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ).

Tim penjemputan pasien adalah tim yang berkompeten, mereka melaksanakan evakuasi pasien dengan menggunakan peralatan standar yang diperlukan serta dengan teknik restraint (pengikatan) yang tepat.

“Layanan ini mampu menurunkan kejadian cedera pasien akibat kesalahan penanganan, meningkatkan patient safety serta memberikan pelayanan yang profesional dan manusiawi kepada ODGJ,” jelasnya.

(drw/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya