JPNews - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bergerak cepat mewujudkan kejayaan kopi Lampung. Usai mengikuti Rakor Gubernur se-Sumatera di Bengkulu, ia pun langsung terbang ke Festival Kopi Lampung Barat, di Kampung Kopi Rigis, Desa Rigisjaya, Kecamatan Airhitam, Lampung Barat, Selasa (9/7).

Pada kesempatan itu, Arinal membuka Festival Kopi di Lampung Barat. Komitmen Pemprov Lampung dalam mengembangkan kopi ini mendapat respons masyarakat. Ribuan pengunjung yang hadir berharap gubernur dapat memperbanyak investor kopi untuk kesejahteraan petani.

Menurut Arinal, dirinya akan terus berkomitmen mewujudkan petani Lampung Berjaya. "Saya sangat berkomitmen dalam mensejahterakan petani Lampung. Tahun depan saya akan mengembangkan kopi di Lampung, yang mana biasanya produksi kopi hanya kisaran 0,78 ton/hektare, ke depannya akan menjadi 4 ton/hektare. Dan ini akan saya terapkan di Lampung untuk kesejahteraan petani Lampung," ujar Arinal saat membuka festival itu.

Arinal menjelaskan bahwa produksi kopi Indonesia, khususnya di Lampung dapat mengalahkan produksi kopi Vietnam. "Pada kisaran 10-15 tahun lalu Vietnam belajar tentang kopi di Lampung, namun mereka sekarang bisa menghasilkan kopi 7 ton/hektare. Tapi belum tentu bisa segitu. Oleh karena itu, saya akan mulai mengembangkan bibit kopi Lampung menjadi 4 ton/hektare. Dan akan disebar di beberapa wilayah Lampung seperti Lampung Barat, Tanggamus dan Way Kanan," jelas Ketua DPD I Golkar Lampung itu.

Arinal menambahkan penanaman kopi itu nantinya tidak harus ditanam di kawasan hutan, tetapi dapat ditanam dengan memanfaatkan lahan sendiri. "Insya Allah kopi kita nanti bisa berada di kawasan hutan rakyat, sehingga bisa diterapkan penggunaan teknologinya. Dan nanti bukan hanya kopi saja, tetapi coklat juga akan diterapkan yang produksinya mencapai 4 ton/hektare," jelasnya.

Untuk mewujudkan komitmennya, Arinal akan menemui para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) pada bulan September 2019 mendatang untuk membicarakan permasalahan kopi Lampung. "Saya akan duduk bersama dengan para pengusaha untuk memikirkan terkait penyelesaian permasalahan kopi, mulai dari peningkatan kualitas dan kuantitas kopi, hingga harga kopi. Sehingga petani, pengusaha dan pemerintah daerah sama-sama mendapatkan keuntungan," tegas dia.

Dia juga menjelaskan bahwa dirinya telah mempersiapkan Industri Politeknik yang diperuntukkan peningkatan komoditi unggulan Lampung seperti kopi dan lainnya. "Dan untuk industri kopinya di Lampung Barat, sedangkan coklat di wilayah Pesawaran," ujar Arinal.

Terkait dengan sekolah kopi, Arinal berharap dapat terus berkembang dan meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat. "Sekolah kopi juga diharapkan dapat menjaga kelestarian kopi Lampung Barat sebagai daerah sentra produksi kopi sehingga kopi tetap menjadi salah satu komoditi unggulan daerah," imbuh dia.

(*/mst/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya