JPNews - Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari menyebutkan ekstasi yang beredar di Indonesia umumnya hanya mengandung zat yang mengandung MDMA dan MDA. Sedangkan ekstasi jenis yang baru terungkap, diketahui terbuat dari tiga zat berbeda yang digabung jadi satu.

"Ekstasi atau tablet yang kita temukan ini terdiri dari tiga jenis narkoba, bukan hanya satu jenis, yaitu katinon, pentilon dan sintetik kanabinoit," kata dia, Jumat (28/6).

Arman menjelaskan, apa yang bisa dijual, apa yang diminati oleh masyarakat, pengedar pasti akan produksi dan mereka juga meningkatkan kualitasnya. Karena narkoba ini tidak satu sumber, kalau dari sumber yang lain dari jenis lain kurang begitu enak. Tentunya para pengguna pecandu mencari yang menurutnya enak.

Dia menamnbahkan, dulu yang pernah diketahui ada jenis crocodile, gorila dan jenis ini lebih keras lagi. Walaupun jenis ini sebenarnya hampir sama, kalau yang lalu seperti tembakau gorilla itu hanya terdiri dari satu unsur narkoba, yaitu sintetik kanabinoit.

Kemudian jenis yang lain hanya pentilon, dan hanya terdiri dari katinon. "Kalau ini tiga-tiganya digabung jadi satu tablet. Membuat orang seperti zombie jika habis mengkonsumsinya," kata Arman.

Menurut dia, jenis ini produksinya belum diketahui asalnya. Namun ini dari Malaysia yang diselundupkan ke Indonesia melalui Pekanbaru, dan pihak BNN melakukan kontrol pemantauan pengirimannya yang kemudian tertangkap di Bekasi.

(ant/JPN)

Komentar

News Indepth Lainnya