Alizar

JPNews - Kalangan DPRD Kota Metro mendesak agar proyek pembangunan payung di Kompleks Masjid Taqwa ditinjau ulang. 

Itu, agar proyek senilai Rp1,2 miliaran tersebut tidak menambah panjang deretan proyek bermasalah di Bumi sai Wawai.

Desakan tersebut, disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Metro, Alizar. Menurutnya, keberadaan Masjid Taqwa harus difokuskan sebagai tempat beribadah, kalau hanya untuk membuat taman baca, tidak jauh dari masjid sudah terdapat Gedung Perpustakaan yang dikelola oleh Dinas Pusarda. 

"Jadi, kembalikan saja fungsi masjid sebagai tempat ibadah. Alokasi anggarannya bisa dialihkan ke program lain yang langsung menyentuh masyarakat," kata Alizar, Selasa (25/6).


Atau, kata dia, kalau Pemkot Metro akan membuat taman baca atau perpustakaan di Masjid Taqwa, pada lantai II masjid masih terdapat lokasi untuk itu, dan tentu saja alokasi anggarannya tidak mencapai Rp1,2 miliaran. 

"Ini, agar tidak menambah panjang deretan proyek bermasalah, seperti flying fox, gedung MCC, dan renovasi Pasar Cendrawasih," tandas politisi Partai NasDem yang akrab disapa Jinggo itu.

Proyek pembangunan payung pada Kompleks Masjid Taqwa senilai Rp1, 2 miliaran tersebut, menjadi pembahasan berbagai kalangan di sosial media (sosmed). Sebut saja Lek Darsono, dalam statusnya, mantan Ketua DPRD Kota Metro itu menulis, sudah kehabisan akal aksi "Cari Uang Besar??" Masjid kebanggaan rakyat pun di "olah" untuk jadi duit. Astaghfirullah. (wie)

Komentar

Lampung Lainnya