JPNews - Provinsi Lampung tidak hanya masuk daftar lima besar provinsi dengan tingkat potensi radikalisme tertinggi. Disinyalir, Bumi Ruwa Jurai sebagai tempat pelarian dan persembunyian pelaku teroris.

Demikian terungkap dalam Monitoring Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung di Hotel Batiqa Bandar Lampung, Sabtu (22/6).

Hal tersebut dibenarkan seorang anggota Intelijen kepada medsoslampung.co (group JPNews). Hanya, ia menyampaikan agar namanya tidak dipublikasikan.

Dia mengungkapkan bahwa sinyalir tersebut berkaca pada sejumlah aksi penangkapan yang dilakukan oleh Dentasemen Khusus (Densus) Anti-teror 88 Mabes Polri, beberapa waktu lalu di Provinsi Lampung.

"Modusnya, apabila Jawa dikerjai, mereka (teroris) akan lari ke Lampung. Lampung menjadi tempat mereka kabur, tempat menginap dan tempat bersembunyi. Sampai saat ini juga ada persoalan-persoalan yang belum dibuka ke publik," sebut dia.

Dia menyarankan, penting sekali ada mapping dan langkah-langkah persuasif ke semua elemen. masyarakat. Apalagi, campaign radikalisme sudah menyasar media sosial.

Kepala Subbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung Mursal Badri lantas memberikan masukan. Menurutnya, penting adanya pelibatan masyarakat. Dan itu sesuai dengan acara yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan FKPT.

"Kami punya visi yang sama. Hanya, selama ini kita hanya bicara di kalangan masing-masing. Kami sering mengadakan pertemuan-pertemuan dan baik sekali disinergikan," ucap Mursal.

Kasubdin BNPT Andi Intang Dulung, memastikan terus menggugah semua unsur masyarakat.

"BNPT akan terus menggalang sikap proaktif masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran tentang ancaman dan bahaya terorisme," ujar dia. (niz)

Komentar

Lampung Lainnya