JPNews - 30 mahasiswa arkeologi Universitas Sumtera Utara (USU) melakukan kuliah lapangan selama tiga hari Kamis-Sabtu (20-22/6) dibawah dibimbing Suprayitno di Kabupaten Karo.

Agenda kuliah lapangan itu akan mengunjungi sejumlah tempat bersejarah antara lain Situs Putri Hijau di Desa Seberaya dan Museum Letjen Djamin Ginting's di Desa Suka Kecamatan Tiga Panah dan Mariam Puntung di Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe.
       
Hal ini diungkapkan Dosen Pembimbing Arkeologi Ilmu Sejarah USU DR Suprayetno, selain iga lokasi itu mahasiswa juga akan berkunjung ke sejumlah desa untuk melihat lokasi tempat kremasi, air tawar, makam Syaekh Tengku Lau Bahun, trowongan jepang, pengasingan bung Karno dan lainya.

Di lokasi Mariam Puntung, mahasiswa mendapat keterangan dari juru kunci Maslela Br Tarigan didampingi Milar Ginting. Sementara mahasiswa kuliah lapangan didampingi Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Karo Nancy Meininta Br Brahmana dan dosen pembimbing lainya, Edi Sumarno, Junita Setiana Ginting Msi dan Lucas Partanda Koestoro (Balai Arkeologi Sumut).

Ditambahkan Suprayitno, praktek kuliah lapangan arkeologi dari program studi ilmu sejarah USU S1 stambuk 2018 dibimbing 7 orang dosen.

Tujuan kuliah lapangan ini untuk memperkenalkan kepada mahasiswa tentang objek-objek arti logis secara nyata secara langsung. Di Kabupaten Karo, ada beberapa situs yang ditinggalkan atau diwariskan.

"Terkait makam Tengku Lau Bahun kata Suprayetno, nisannya cukup unik, tidak seperti batu nisan Aceh yang dikenal selama ini atau yang ada di Barus, tapi memang ada adopsi. Jadi secara tipologi dari segi motif atau ornamen dari rumah adat Karo," katanya.

"Situs arkeologi ini perlu di perkenalkan kepada mahasiswa,  kita coba membangkitkan minat rasa cinta mereka terhadap cagar budaya sebagai warisan leluhur kita yang harus di dilindungi, dikembangkan dan dimanfaatkan sekaligus mereka dapat melihat dan mendengar secara langsung di lapangan," jelasnya.
(rek/JPN)

Komentar

Edukasi Lainnya