JPNews - Sekitar 10.053 Hektar (Ha) lahan pertanian produktif milik petani Karo, Sumatera Utara (Sumut) terdampar di sejumlah Kecamatan terdampak paparan material debu vulkanik, pascaerupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan abu setinggi 7Km.

Gairah petani pun menurun. Tanaman petani yang mulai tumbuh dan berkembang, langsung mendapat gangguan serius dari semburan material debu vulkanik dari proses reaktif gunung api itu. Terlebih seputar  lingkar Gunung api  Sinabung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Sarjana Purba, kepada JPNews, Rabu (19/6) di Kabanjahe menyebutkan, 10.053 hektar luas lahan pertanian produktif yang berisi tanaman horti berupa pangan, sayur, buah dan tanaman perkebunan yang berdampak serius  berada di sejumlah kecamatan antara lain Kec. Tiganderket, Simpang Empat, Kuta Buluh, Payung dan Naman Teran dan Berastagi.

 Tanaman yang mengalami kerusakan 100 persen akibat paparan debu vulkanik akan dibantu bibitnya " Jelasnya.

Seperti data yang berhasil dikumpulkan penyuluh Pertanian lapangan (ppl)  kata Sarjana Purba.

Di wilayah Kecamatan Naman Teran luas lahan pertanian yang rusak sekitar 1.562 hektar yang meliput tanaman sayur sekitar 1.262 hektar berisi tanaman sayur, 250 hektar berisi tanaman buah dan 50 hektar tanaman perkebunan.

Di wilayah Kec. Payung 455 hektar yang meliputi tanaman sayur 70 hektar, tanaman buah 253 hektar dan tanaman perkebunan 125 hektar. Di wilayah Kec. Tiganderket 1.647 hektar yang meliputi tanaman pangan 1.257 hektar, tanaman sayur 105 hektar dan tanaman perkebunan 250 hektar dan buah 235 hektar.

Kecamatan Kuta Buluh seluas 4.652 hektar meliputi tanaman sayur, buah dan perkebunan, sedangkan Kec. Simpang Empat 795 hektar, sebutnya.

"Memang tanaman pertanian seperti tomat, yang berusia  diatas satu bulan terpapar debu vulkanik paska erupsi kemaren, kemungkinan besar tidak dapat terselamatkan dan data kerusakan seperti ini sedang dipastikan petugas lapangan untuk ditindak lanjuti penanggulangannya agar petani mendapat bantuan bibit tanaman untuk penanaman berikutnya," sebutnya.

"Terkait, dampak erupsi terhadap tanaman yang mengalami rusak sedang dan ringan, dengan turunnya hujan beberapa hari berikutnya, tanaman dimaksud mulai membaik dari kerusakan yang menimpanya," pungkas Sarjana Purba.
(rek/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya