Gunung Sinabung. Foto: Rekro G Tarigan/ JPNews / Karo

JPNews - Warga lingkar Sinabung mulai merasa takut memasuki kawasan Danau Kawar pasca-rupsi Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, yang menyemburkan awan panas dan melontarkan material, berupa batu kerikil pekan lalu.

Pasalnya, setelah terjadi erupsi yang menyemburkan debu vulkanik setinggi 7.000 meter ke angkasa, fisik puncak Sinabung pada Batu Gedang berubah secara signifikan.

Perubahan yang terlihat secara visual terutama pada daerah Batu Gedang yang disebut warga sekitar adalah pilar. Mereka berasumsi, kubah lava pada Batu Gedang ini, mulai terbentuk, dan selama kubah lava sudah mulai terbentuk, selama itu pula ancaman awan panas ke arah Danau Kawar (sektor Timur Laut) dari Gunung Sinabung  akan terjadi.

 Hal ini terungkap saat percakapan wartawan dengan Wanto Meliala (48), Toni Surbakti (5 dan Jasmai Sinulingga (36) warga Desa Naman Teran dan Antoni Ginting(55) warga desa Kuta Rayat, Rabu (12/6) di salah satu warung  kopi di desa tersebut.

Pascaerupsi, kata Wanto Sembiring, kondisi puncak Sinabung di sebelah Timur Laut terlihat banyak perobahan, akibat itu, ia bersama kawan-kawanya yang kerap menangkap ikan dengan cara memancing di danau Kawar mulai dihentikan.

"Untuk sementara, kami akan berhenti memancing ikan ke Danau Kawar, sebelum kepastian keamanan dari ancaman awanpanas Sinabung terjamin. Mereka juga bertekat untuk menyampaikan hal ini kepada wisatawan yang akan memasuki Danau Kawar, agar mereka tidak menjadi korban bila sewaktu-waktu terjadi erupsi dan awanpanas," katanya.

Mbentuk Sitepu (62) warga Desa Sigarang-garang dan Pelin Sembiring (45) warga Dusun Lau Kawar di Kabanjahe ( warung Jumpa Tugu), mengatakan terjadinya probahan fisik pada puncak Sinabung paska erupsi kemaren, karena kekuatan dorongan erupsi cukup kuat, sehingga bagian-bagian puncak gunung terpengaruhi dan beberapa titik telah berbentuk cekung terutama sekitar Batu Gedang.

Kendatipun ada warga melihat dan berasumsi telah terbentuk kubah lava di daerah yang cekung itu, tapi imbasnya bukan ke Danau Kawar, melainkan ke kawasan Desa Sigarang-garang melalui aliran ke Sabah Sigurung-gurung dan ke arah desa Kuta Gugung serta Kuta Rayat, sebut mereka.

 Pelin Sembiring menambahkan, asumsi sejumlah orang tentang munculnya lubang baru pada badan gunung api di sebelah Timur Laut (arah Danau Kawar), paska erupsi, hal itu tidak benar. Sepengetahuan kami kata Pelin Sembiring, sejak tahun 2013 sudah muncul dua lubang pada badan gunung, yang terlihat jelas dari Danau Kawar.

Namun setahun terakhir, lubang ini tidak mengeluarkan asap lagi, tetapi setelah terjadi erupsi kemaren, lubang itu kembali mengeluarkan asap.

 Jika Danau Kawar terancam awan panas, maka hal yang sama juga akan terjadi ke Desa Kuta Gugung dan Kuta Rayat. Sebab profil bentuk tebingnya saat ini mereng," ujar Pelin.

"Kendatipun demikian, sejak ada larangan memasuki Danau Kawar, wisatawan telah dilarang masuk, namun banyak pula diantara mereka memaksa untuk masuk ke kawasan ini guna menikmati suasana alam yang indahnya Danau Kawar," sebutnya.

Wakapolres Tanah Karo Kompol Edward Nauman Saragih dalam laporanya menyebutkan setelah terjadi erupsi, alur awan panas sudah mengarah ke Danau Kawar.

 “Tugas kita sekarang harus  extra keras untuk mengawasi masyarakat setempat dan wisatawan dari luar agar tidak memasuki Danau Kawar, dan untuk personil Polsek Simpang Empat, akan diperintahkannya untuk patroli secara rutin,” jelasnya.

Nangkih Tarigan, Sahrul Perangin-angin (26), Herman Perangin-angin (67 ) dan Ukurta Sitepu (51) wisatawan dari Marike Kabupaten Langkat yang sedang berwisata memancing dan menikmati alam indah danau Kawar, mengaku tertarik berwisata ke zona merah Sinabung itu karena memiliki alam yang indah dan udaranya sejuk. Mereka akan segera bergeser dari sana, setelah makan siang. Pasalnya mereka telah mendapat informasi tentang Danau Kawar mendapat ancaman awanpanas dari Sinabung paska erupsi, tandasnya. 

Puncak Gunungapi Sinabung yang terlihat drastis berobah dari Danau Kawar pascaerupsi.

(rek/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya